densus-88.jpg

Innalillah! Seorang ‘Ustaz’ Terduga Teroris di Tangerang Ditangkap Densus 88

Diposting pada
Ilustrasi

Seorang pria yang dikenal ulama Fuad Junaidi ditangkap oleh Detasemen Khusus Polisi Anti Terorisme (Densus) 88. Pria yang diduga terkait dengan kegiatan radikal dibawa ke kediamannya di Perumahan Pondok Makmur. Desa Gebang Raya, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Sabtu (20/3/2021) sekitar pukul 04.30 WIB.

Kepala Humas Polres Metro Tangerang Kompol Abdul Rachim membenarkan penangkapan tersebut pada Minggu (21/3/2021).

“Iya betul (FJ ditangkap) oleh Densus 88 oleh polisi. Perawatannya langsung dari Mabes Polri, jadi kami tidak punya kewenangan di pihak kami untuk memberikan informasi. Yang bersangkutan langsung dibawa ke Timnas Polri, ” kata Abdul Rachim seperti dikutip Beritasatu.com.

Senada dengan Abdul Rachim, Lurah Gebang Raya, Nasih mengatakan, Densus 88 ditangkap karena diduga sebagai pelaku tindak pidana terorisme.

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh RT / RW di kediaman yang bersangkutan. Mereka yang terdampak ditangkap kemarin pagi dan sekitar pukul 07.00 WIB dibawa oleh tim Densus. Hanya suaminya, FJ, yang mengambilnya, bukan istri dan kelima anaknya. Diambil. Menurut informasi, sekitar 30 anggota Densus yang melakukan penangkapan dipimpin Kompol Zakaria dari Mabes Polri yang didampingi Kapolres Jatiuwung Kompol Dimas Aditya, ”kata Nasih.

Baca Juga :  AS Tarik Sebagian Pasukan dan Tiga Sistem Patriot dari Kawasan Teluk Persia

Berdasarkan penelitian lapangan, Fuad Junaidi dikenal sebagai anggota Dewan Kemakmuran Masjid Baitul Makmur (DKM). Lebih jauh, Fuad juga dikenal sebagai seorang pengkhotbah.

“Setahu saya dia orang yang baik dan juga terbuka pada masyarakat. Selain itu, dia juga pengurus masjid sebagai dakwah dan dakwahnya juga baik, tidak menyentuh masalah politik. Dia ditangkap pada tuduhan menjadi anggota kelompok teroris, ”kata seorang warga yang tinggal di dekat rumah Fuad yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

Dari penangkapan tersebut, Densus mengambil berbagai barang, seperti buku, laptop, busur dan anak panah, hard drive, dan ponsel. Pihak berwenang tidak menemukan senjata tajam, amunisi, bahan peledak atau senjata api.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *