masjid-sby.jpeg

Innalillah! Ustad Sakit Nekat Imami Tarawih, 13 Orang Ikut Terpapar Covid-19

Diposting pada
Masjid sby Innalillah!  Penyakit Ustad, Imami Tarawih, 13 orang terpapar Covid-19
Ilustrasi (AMONG PHOTO / IRWANSYAH PUTRA)

Gugus masjid Covid-19 kembali terjadi, gugusan baru ini terjadi di kawasan Desa Pelemgadung, Karangmalang, Sragen. Dikutip Suara.com, terdapat 35 orang yang diperiksa untuk tes usap PCR, 13 di antaranya positif terpapar Covid-19 dan dua lainnya meninggal.

Rombongan masjid bermula saat seorang ustaz yang juga menjadi imam masjid, R, terlihat agak sakit. Ia mengatakan kaum Ustaz sering menyelesaikan studinya di luar desa. Bahkan seorang muazin dari masjid, S, merasa tidak enak badan.

Ustaz R memimpin sholat tarawih pada hari pertama puasa, kemudian setelah itu tidak datang ke masjid. Sedangkan muazin S sudah tidak masuk masjid sejak hari pertama puasa karena sedang tidak enak badan. Baik R dan S akhirnya dilarikan ke rumah sakit pada hari yang sama, ”kata Hidayat saat ditanyakan Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Kabupaten Sragen, Dr Hargiyanto.

Sebagai informasi, seorang DKK lainnya menyambangi lokasi masjid di Desa Pelemgadung, Sragen, Senin (5/3/2021).

Lanjut Hidayat, dari keluarga S ada yang berjualan hiking. Satu keluarga menjalani tes usap dan dinyatakan positif Covid-19. Kontak dekat R dan penghuni lain yang memiliki kontak dekat juga diperiksa.

Baca Juga :  Potensi Ekspor Tinggi, Mentan Sebut Porang Jadi Komoditas Mahkota RI

Dari catatan DKK, 35 warga diperiksa untuk tes usap dan 13 di antaranya terpapar Covid-19.

Kemudian S meninggal pada 24 April dan disusul R meninggal pada 29 April. Ada empat anggota keluarga R positif, sedangkan keluarga S positif tiga, ”ujarnya.

Bidan Desa Pelemgadung, Karangmalang, Sragen, Luluk Usnatun, mengatakan, pemantauan selalu dilakukan dengan Ketua Satgas RT dan Covid-19 di tingkat desa. Luluk mengatakan S dan R adalah pengurus masjid. Ia mengatakan sebelumnya dirawat di rumah sakit swasta, kemudian dirujuk ke dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

“Track pertama 11 orang, tujuh positif. Track kedua 21 orang, tiga positif. Track ketiga tiga orang semuanya positif. Ditambah 10 tes swab independen,” ujarnya.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *