Innalillahi, KH Abu Choir Maestro Tilawatil Qur’an Demak Wafat – Aspiratif News

Innalillahi, KH Abu Choir Maestro Tilawatil Qur'an Demak Wafat
Views: 1747
Read Time:2 Minute, 12 Second

Innalillahi, KH Abu Choir Maestro Tilawatil Qur’an Demak Wafat – Aspiratif News

Demak, Aspiratif News

Innalillahi wainna ilaihi roojiuun, KH Abu Choir maestro tilawatil  Qur’an dan sesepuh Jamiyyatul Qura wal Huffadz Nahdlatul Ulama (JHQNU) Kabupaten Demak, Jawa Tengah meninggal dunia karena sakit sesak nafas, Rabu (15/7).

 

mayat almarhum dimakamkan Kamis (16/7) di komplek Pemakaman Yi Brengos Desa Batu Karangtengah, Demak.

 

Bagian putra almarhum Furqoni menerangkan, kiai Abu Choir sampai di usia 77 tahun tidak mempunyai riwayat penyakit kronis, tapi beberapa hari sesudah lebaran 1441 Hijriyah lalu tiba-tiba merasa sering sesak nafas.

 

“Usaha untuk menyembuhkan penyakitnya sudah diupayakan ke dokter. Sempat beberapa hari menjalani rawat inap di RS dan sembuh. Seminggu lalu kambuh dan menjalani rawat jalan,” kata Furqon bakda ritual shalat jenazah di Masjid At-Taqwa Batu Karangtengah Demak.

 

KH Abdurrohim dalam sambutannya mewakili Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karangtengah menerangkan, almarhum ialah sosok yang ulet, tekun, dan tidak kenal lelah dalam membimbing kader-kader NU untuk berkhidmah untuk masyarakat.

READ  Sayid Nasrallah Bersumpah Lanjutkan Perjuangan Qasem Soleimani untuk Pembebasan Quds - Aspiratif News

 

“2 periode memimpin MWCNU Karangtengah tahun 1980-an, organisasi hidup, dan dinamis. Peralihan kepemimpinan disiapkan dengan mulus sehingga soliditas jamiyah tetap terpelihara sampai Waktu ini,” kata kiai Abdurrahim.

 

Mewakili Pengurus Takmir Masjid At-Taqwa dan Famili almarhum KH Shodiq Mudzakir menerangkan, almarhum ialah sosok santri dan kyai yang ulet dalam berjuang di NU.

 

“Waktu mondok di Pesantren Futuhiyyah Mranggen dipercaya untuk mengajar di Madrasah Futuhiyyah dan Mualimat NU Mranggen. Waktu jadi Ketua MWCNU ikut terlibat aktif dalam merintis pendirian RS Islam Nahdlatul Ulama (RSINU) Demak,” ungkapnya.

 

Dikatakan, almarhum semenjak di pondok mempunyai suara yang bagus waktu membaca Al-Qur’an. Beberapa kali ikut Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) sering meraih juara. Puncaknya tahun 1974 meraih juara MTQ tingkat propinsi Jawa Tengah.

 

“kiai Abu tercatat sebagai orang Demak ke-1 yang berhasil meraih juara ke-1 MTQ tingkat provinsi. Atas kemampuannya itu pula beberapa kali ditunjuk PCNU untuk memimpin Jamiyyatul Qura wal Huffadz cabang Demak,” ujarnya.

READ  Petani Bengkulu Wajib Cepat Tanam Padi Sebelum Kemarau - Aspiratif News

 

Disampaikan, berkat tangan dinginnya, dunia seni baca Al-Qur’an di Demak jadi lebih semarak. Loyalitasnya pada seni baca Al-Qur’an menjadikan dirinya tidak dapat lepas dengan bacaan Al-Qur’an.

 

“walaupun tidak aktif di kepengurusan organisasi NU dan JHQ, tapi almarhum tetap mengajar seni baca Al-Qur’an. Tidak cuma di daerah Demak, tetapi  juga sampai di daerah Wonosobo, Purbalingga, Grobogan, dan daerah-daerah lainnya,” ucapnya.

 

Ditambahkan, oleh para qari dan huffadz serta masyarakat pecinta seni baca Al-Qur’an, almarhum diberi julukan maestro tilawatil Qur’an Demak. “Selamat jalan sang maestro, semoga Allah SWT mengampuni semua kesalahanmu,” pungkasnya.  

 

Kontributor: Samsul Huda

Editor: Abdul Muiz

Innalillahi, KH Abu Choir Maestro Tilawatil Qur’an Demak Wafat – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *