Insentif Prakerja Dinaikkan 5 Kali Lipat – Aspiratif News

Views: 103
Read Time:3 Minute, 26 Second

Insentif Prakerja Dinaikkan 5 Kali Lipat – Aspiratif News

MANAJEMEN Pelaksana Program Kartu Prakerja mewacanakan penaikan insentif 5 kali lipat untuk peserta program tersebut, termasuk pengurangan dan pembatasan hitungan total pelatihan.

Direktur hubungan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky menerangkan langkah itu diambil untuk menjalankan rekomendasi yang telah disampaikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sekaligus merubah program itu jadi semibansos dalam berhadapan dengan pandemi covid-19.

“Sesuai dengan masukan dari KPK dan bermacam pihak, kami akan melakukan perbaikan, di antaranya membenahi payung hukum, pembatasan hitungan total pelatihan, dan juga menaikkan insentif 5 kali lebih besar dan mengurangi program 5 kali lebih besar juga,” ungkapnya dalam webinar Cegah korupsi, Tingkatkan Efektivitas Kartu Prakerja, kemarin.

Panji memaparkan penaikan insentif itu tidak lepas dari banyaknya pekerja waktu ini yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di masa pandemi covid-19. Pihaknya pun memodifi kasi program tersebut jadi semibansos, tidak murni pelatihan belaka bagi pencari kerja.

READ  Saya Takut Akan Agama Islamku

Sebelum dimodifikasi, pemerintah mengalokasikan Rp3.550.000 sebagai insentif untuk tiap peserta kartu prakerja. Insentif itu akan ditranser saban bulan ke rekening peserta selama 4 bulan. Per bulannya, tiap peserta akan menerima Rp600.000.

Akan tetapi, sejalan dengan planning penaikan insentif itu, pemerintah Waktu ini menganggarkan Rp20 triliun untuk program tersebut dari sebelumnya Rp10 triliun.

“Rp20 triliun tidak semua untuk pelatihan, tapi juga untuk insentif,” ucap Panji.

Di webinar yang sama, anggota Komisi IX DPR Netty Prasetyana Heryawan menganjurkan agar manajemen pelaksana kartu prakerja mulai fokus dalam mengatasi situasi terkini, ialah banyaknya korban PHK akibat pandemi.

“Saya melihat sebelumnya ada problem disorientasi antara pelatihan dan kebutuhan perut. Tidak efektif karena pekerja waktu ini memerlukan Rp600 ribu daripada pelatihan,” ujarnya.

Disorientasi yang dimaksudnya ialah ketidakselarasan antara maksud kartu prakerja, ialah peningkatan kompetensi kerja dan situasi terkini waktu lapangan kerja terus menyusut akibat pandemi.

“Program kartu prakerja mesti mengutamakan efektivitas dan efi siensi dalam pelaksanaannya,” tegasnya.

READ  Teks Lirik Ya Hadi Sir Ruwaida (Arab, Latin dan Artinya)

Payung hukum

Direktur Litbang KPK Wawan Wardiana, yang juga jadi pembicara di webinar yang sama, menyampaikan apresiasi pihaknya atas langkah-langkah perbaikan yang diambil.

Sejalan dengan rekomendasi KPK perihal kepesertaan program tersebut, ia Mengingatkan waktu ini ada 1,7 juta individu yang terdampak pandemi sehingga mesti jadi prioritas kartu prakerja.

“Kami dorong itu jadi prioritas peserta progran prakerja. Untuk verifi kasi, kami harapkan optimalisasi dari Disdukcapil untuk mengecek kebenaran identitas peserta,” ujar Wawan.

Terkait dengan platform digital yang jadi mitra kerja program tersebut, Wawan Mengingatkan masih adanya kekosongan payung hukum dalam penunjukannya.

“Karena pakai APBN, mesti benar penunjukan platform digitalnya. Ada kekosongan hukum di sini,” tegasnya. (E-2)

READ

Antisipasi Mudik, ASDP Terapkan Pembelian Tiket secara Online

#Akhiri Dable in-article Widget / Untuk pertanyaan hubungi support@dable.io (end in-article) –>


Insentif Prakerja Dinaikkan 5 Kali Lipat – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *