Intelijen-AS-Mulai-Mencium-Ancaman-Ekstremis-Terkait-Pilpres.jpg

Intelijen AS Mulai Mencium Ancaman Ekstremis Terkait Pemilihan presiden

Diposting pada

Intelijen AS Mengendus Akan Ancaman Ekstremis Terkait Pemilihan Umum Presiden

WASHINGTON – Para pejabat keamanan Amerika Serikat (AS) mulai mengendus gelagat ektrimis bahwa aksi anarkis oleh para ekstremis domestik jadi ancaman dalam Pemilihan Umum presiden bulan depan.

Seorang pejabat mengingatkan dan menyebut adanya “ramuan penyihir” yang terdiri atas ketegangan politik yang meningkat, kerusuhan sipil dan kampanye disinformasi asing.

Memo dari FBI dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengumumkan bermacam ancaman oleh para ekstremis domestik pada target-target terkait Pemilihan Umum itu diperkirakan meningkat menjelang Pemilihan Umum 3 November 2020.

Warning itu sejauh ini masih secara internal. Akan tetapi pejabat keamanan New Jersey mengambil langkah tidak biasa dengan mempublikasikan ancaman itu dalam laporan di websitenya Minggu lalu.

“Anda mempunyai ramuan penyihir itu sungguh-sungguh tidak pernah terjadi dalam sejarah Amerika. Dan kalau itu ada, itu beberapa dekade lalu kalau tidak abad,” kata Jared Maples, direktur Kantor Keamanan dan Kesiapan Dalam Negeri New Jersey yang mengumumkan warning ancaman itu.

Baca Juga :  Militer Indonesia Akan Punya Drone Tempur dan Pesawat Amfibi

Unjuk rasa nasional terjadi dalam beberapa bulan terakhir terkait keadilan rasial dan kebrutalan polisi. Sebagian besar unjuk rasa itu berlangsung damai tapi beberapa memicu bentrok, termasuk antara faksi-faksi ekstremis dari sayap kiri dan sayap kanan.

AS waktu ini juga berhadapan dengan pandemi virus corona, pengangguran tinggi dan Pemilihan Umum presiden yang Memperparah polarisasi iklim politik.

Presiden AS Donald Trump Minggu lalu Tidak mau berkomitmen untuk pemindahan kekuasaan secara damai kalau dia kalah dalam Pemilihan Umum melawan Joe Biden dari Partai Demokrat.

Trump juga meragukan legitimasi Pemilihan Umum sebab kekhawatirannya soal Pemilihan Umum lewat kantor pos. Demokrat menyokong cara pemungutan suara melalui kantor pos itu sebab pandemi virus corona.

Perkara kecurangan Pemilihan Umum dengan surat suara yang dikirim melalui pos itu amat jarang terjadi. Para ahli mengumumkan nyaris mustahil bagi para aktor asing untuk mengganggu Pemilihan Umum dengan mengirimkan surat suara palsu.

Buletin internal FBI teranyar mengingatkan ekstremis domestik dengan bermacam ideologi akan menambah ancaman pada target-target terkait Pemilihan Umum menjelang hari pemungutan suara. Buletin itu ke-1 diumumkan oleh Yahoo News. (ar)

Baca Juga :  Hashd al-Shaabi Kunci Kesuksesan Operasi Kontra Terorisme di Irak

Intelijen AS Mulai Mencium Ancaman Ekstremis Terkait Pemilihan presiden

Intelijen AS Mulai Mencium Ancaman Ekstremis Terkait Pemilihan presiden

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *