IRGC-Bantah-Orang-Iran-Terbunuh-dalam-Serangan-Israel-ke-Suriah.jpg

IRGC Bantah Orang Iran Terbunuh dalam Serangan Israel ke Suriah Timur

Diposting pada

Potret para pasukan IRGC. Sumber: Baghdadpost.com

Teheran, Warta Batavia –  Pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) membantah berita bahwa serangan udara Israel ke beberapa posisi militer di Suriah telah menjatuhkan korban dari pihak Iran.

Asisten komandan Pasukan Quds IRGC Ahad Karim Khani, Kamis (14/1), menyebut berita itu “dusta dan propaganda belaka” dan bahwa “serangan ini sama sekali tidak menjatuhkan korban”.

Sebelumnya, Observatorium Suriah untuk HAM (SOHR) yang dekat dengan kubu oposisi Suriah dan bermarkas di Inggris melaporkan bahwa serangan Israel ke Suriah timur timur pada hari Rabu lalu telah menewaskan 57 tentara Suriah dan militan yang berafiliasi dengan Iran, dan bahwa peristiwa ini menjadi serangan Israel yang paling berdarah di Suriah sejak negara ini dilanda konflik.

SOHR yang kerap melaporkan situasi perang di Suriah itu menyebutkan bahwa serangan udara Israel tersebut menyasar gudang-gudang senjata dan posisi-posisi militer di sekitar kota Deir Ezzor serta gurun Albu Kamal dan Mayadin hingga menewaskan sedikitnya 14 tentara Suriah dan 43 militan pro-Iran, termasuk 16 orang Irak dan 11 orang Afghanistan.

Baca Juga :  Salat jema'ah di Hagia Sophia, 500 Orang Didiagnosa Terjangkit Covid-19

Juru bicara militer Israel sendiri enggan berkomentar mengenai serangan yang dikonfirmasi oleh kantor berita resmi Suriah, SANA, tersebut.

Namun  demikian, surat kabar Haaretz milik Israel melaporkan bahwa serangan hebat itu dilancarkan karena Israel mencemaskan perkembangan situasi di Irak.

Mengutip pernyataan para pejabat senior Israel, Haaretz mengklaim bahwa serangan itu dilancarkan setelah Iran mengambil posisi di perbatasan Suriah-Irak dan terjadi eskalasi ketegangan regional menjelang pelantikan Joe Biden sebagai presiden AS.

Haaretz juga mengklaim adanya evaluasi intelijen bahwa Iran mendapat banyak kesulitan dalam upayanya memperkuat eksistensinya di barat Damaskus, Suriah, akibat serangan Israel, dan karena itu Iran lantas merelokasi pasukannya ke perbatasan Suriah-Irak yang dikontrol secara penuh oleh Iran dan menjadi lokasinya membangun infrastruktur untuk melancarkan operasi pemindahan pasukan dan penyelundupan senjata dengan rute Irak-Libanon. (mm/fna/raialyoum)

Baca juga:

AP: Israel Lancarkan Serangan ke Suriah Timur dengan Bantuan Intelijen AS

Ratusan Ilmuwan dan Akademisi Iran Rekomendasikan Serangan terhadap Pesawat dan Kapal Perang AS

[Video]: Miris, Helikopter Militer Iran Usir Kapal Selam Asing

Baca Juga :  FPI Dilarang Pemerintah, Begini Reaksi Habib Rizieq dari Sel Tahanan

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *