f336c187-2d31-4747-9743-10fefe5a22aa_43.jpeg

Istana soal Bursa Calon Kapolri: Presiden Punya Kunci

Diposting pada

Muncul sejumlah nama yang digadang-gadang menjadi calon Kapolri menggantikan Jenderal Idham Azis, yang akan memasuki masa pensiun. Istana mempersilakan masyarakat berspekulasi soal calon Kapolri.

“Biarkan masyarakat berspekulasi, biarkan masyarakat berkalkulasi,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di kantornya, gedung Bina Graha, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (1/12/2020).

Menurut catatan Indonesia Police Watch (IPW), ada 13 jenderal bintang tiga atau komjen yang berpeluang di bursa calon Kapolri. Soal siapa pengganti Idham, Moeldoko menyerahkan kepada Presiden Jokowi.

“Itu masyarakat punya hak untuk itu, tapi Presiden juga punya kunci sendiri untuk menentukan siapa yang akan menjabat,” kata Moeldoko.

Kapolri Jenderal Idham Aziz akan pensiun pada akhir Januari 2021. Catatan IPW dari 13 perwira tinggi berpangkat komjen, sebanyak 6 orang bertugas di internal Polri dan 8 nama lainnya di luar Polri.

“Meski komjen yang bertugas di internal Polri lebih berpeluang menjadi Kapolri, para komjen yang bertugas di luar kepolisian juga tetap memiliki peluang yang cukup besar. Misalnya Sutanto, Dai Bachtiar, dan Tito Karnavian masuk menjadi Kapolri setelah bertugas di luar Polri, yakni di BNN dan BNPT,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam rilis kepada wartawan, Senin (30/11).

Baca Juga :  Iran Curiga Ada Pihak-pihak yang Berusaha Mengaitkan Serangan Arbil ke Teheran

Menurut IPW, ada tiga komjen dari internal Polri yang berpeluang besar menjadi Kapolri. Mereka adalah Wakapolri Komjen Gatot Edi, yang pernah menjadi Asrena Polri dan Kapolda Metro Jaya serta berpengalaman mengendalikan situasi Jakarta saat Pilpres 2019. Kedua adalah Kabaharkam Komjen Agus Andriyanto, yang pernah bertugas di daerah keras sebagai Kapolda Sumut.

Kabareskrim Komjen Sigit Listyo, yang pernah menjadi ajudan Presiden Jokowi dan Kapolda Banten, juga disebut IPW berpeluang besar menjadi Kapolri. Nama Sigit belakangan memang bersinar karena kepemimpinannya, termasuk yang menonjol adalah saat dia memimpin penangkapan buron kelas kakap Djoko Tjandra.

Di luar Polri sendiri, menurut IPW, ada dua nama yang juga punya peluang di bursa calon Kapolri. Mereka adalah Komjen Boy Rafli Amar dan Sestama BIN Komjen Bambang Sunarwibowo. Boy Rafly pernah menjadi Humas Polri, Kapolda Banten, Kapolda Papua, serta Kepala BNPT.

“Maraknya isu-isu terorisme tentu membuka peluang bagi Boy untuk memimpin kepolisian,” ujar Neta. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *