sidang-habib-rizeq_169.jpeg

Jaksa: Apakah Habib Rizieq yang Mengaku Imam Besar Tak Bisa Dihukum?

Diposting pada

Jaksa menyayangkan sikap dan ucapan Habib Rizieq Shihab sebagai Imam Besar. Menurut jaksa, perkataan Rizieq bertentangan dengan program revolusi moral.

“Sangat disayangkan bagi seorang tokoh agama yang mengaku sebagai Imam Besar sebuah organisasi keagamaan yang memiliki visi dan misi, menciptakan moral dengan program revolusi moral tetapi dari semua pernyataan terdakwa dan pengacaranya. ., semua ucapannya sangat bertentangan dengan program revolusi moral, “kata jaksa dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (Pengadilan Negeri Jakarta Timur), Rabu (31/3/2021).

Jaksa mengatakan, sebagai orang yang paham agama, Rizieq kerap dianggap merendahkan orang lain. Selain itu, di pengadilan, menurut jaksa, tindakan tersebut dilakukan di pihaknya.

“Karena seseorang yang lebih memahami agama memiliki tingkat pendidikan yang tinggi, para terdakwa dan pengacaranya seringkali meremehkan orang lain, terutama jaksa,” kata jaksa.

Jaksa menilai Rizieq sering menggunakan kata-kata kotor terhadap jaksa, termasuk “barbar”, “tidak beradab”, “salah”, “bodoh”, “bodoh”. Memang, menurut jaksa, sidang Habib Rizieq disiarkan langsung dan disaksikan banyak orang.

Baca Juga :  Viral! Polda Metro Jaya Sita Mobil Komando FPI di Aksi 1812

“Seringkali terpidana dengan kata-kata yang tidak memadai dalam hal moralitas, apalagi disampaikan di pengadilan umum terbuka yang disiarkan langsung dan disaksikan oleh jutaan penonton dengan model yang mengaku sebagai pendeta tinggi dengan kata-kata ‘buas’, ‘tidak beradab’.” , “Keterbelakangan intelektual”, “penjahat”, “bodoh”, “bodoh” dan lain-lain, “kata jaksa penuntut.

Di tengah pernyataan jaksa, Rizieq mengangkat tangan dan berbicara kepada hakim. Namun hakim tidak mengizinkan, sehingga jaksa tetap melanjutkan tanggapannya.

“Maafkan saya, juri,” kata Rizieq.

Jaksa kembali mempertanyakan sikap Rizieq. Jaksa menanyakan apakah Rizieq yang mengaku sebagai Imam Besar tidak bisa dihukum oleh hukum dunia.

“Hanya karena terdakwa mengaku sebagai Imam Besar, maka terdakwa bisa seperti itu. Karena terdakwa yang mengaku sebagai Imam Besar tidak bisa dihukum oleh hukum dunia,” kata jaksa. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *