Jalan Rusak dan Jembatan Lapuk masih Membelenggu Desa Langgai – Aspiratif News

Jalan Rusak dan Jembatan Lapuk masih Membelenggu Desa Langgai - Warta Batavia
Views: 1212
Read Time:3 Minute, 16 Second

Jalan Rusak dan Jembatan Lapuk masih Membelenggu Desa Langgai – Aspiratif News

JALAN rusak dan jembatan lapuk masih membelenggu sekaligus agak mengisolasi Desa (nagari) Langgai, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Untuk mengakses Langgai dipastikan wajib melalui jalan berbatuan yang berliku selama 3 jam. Jalan sejauh 29 kilometer, baru 8 km yang sudah diaspal ke desa terisolir. Bahkan 2 jembatan gantung yang biasa dilalui penduduk kondisinya sudah lapuk.

“Daerah ini terisolir karena problem infrastruktur jalan, ini amat memprihatinkan karena penduduk yang kebanyakan ialah petani belum dapat membawa hasil pertanian keluar,” kata Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit waktu meninjau infrastruktur jalan, Kamis (16/7)

Jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Pesisir Selatan membikin warga Langgai, kerepotan akses jalan. Mereka mengeluhkan kondisi jalan dan jembatan rusak, akibatnya produksi pertanian berupa buah gambir sudah dibawa keluar untuk dipasarkan. Ia pun berharap dapat cepat menuntaskan pembangunan jalan dan membenahi kondisi jembatan yang sampai sekarang amat mengganggu hilir mudik penduduk luas.

READ  Sambut Hari Raya, Pelajar NU di Kudus Siapkan Takbiran Daring - Aspiratif News

“Karena musibah virus korona ini maka aktifitas pembangunan infrastruktur jalan sementara ditunda. Dan ini juga sesuai arahan bapak Gubernur Sumbar untuk fokus pada penanganan dan penuntasan Perkara virus korona di Sumbar,” ungkap Nasrul Abit.

Semenjak  awal tahun anggaran 2020 telah mulai dikerjakan lelang pembangunan infrastruktur jalan. Bahkan telah dikerjakan survei lapangan untuk dikerjakan proses pelelangan.

“Namun, karena ada musibah virus corona mau tidak mau wajib mementingkan penganan musibah dulu. Apa lagi musibah ini bukan musibah biasa berhubungan dengan hidup penduduk,” ucapnya.

“Mudah-mudahan jikalau nanti sudah normal, progres akan kita lanjutkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sumbar Fathol Bari menerangkan, sesungguhnya pembangunan ini sudah mulai tahun kemarin, tampak sudah ada butment kerangka jembatan.

“Rencananya jembatan gantung itu akan kita ganti dengan jembatan rangka, tapi karena vitus corona anggaran itu dialihkan penanganan Covid-19 di Sumbar,” menyebut Fathol.

Kadis PUPR Sumbar berharap tahun berikutnya akan dianggatkan kembali dan ia menargetkan akhir tahun 2021 pembangunan jembatan dapat terlaksana dan dapat dipakai oleh penduduk Langgai.

READ  Pesantren kiai Anwar Zahid Bojonegoro Beri Servis Rapid Tes Gratis - Aspiratif News

“Mudah-mudahan akhir tahun 2021 pembangunan jembatan sudah selesai. Kemudian untuk jalan madih dalam pembahasan, tapi kita tetap menganggarkannya,” jelasnya.

baca juga: Dandim Klaten Tinjau Aktifitas TMMD Sengkuyung II

Untuk pembangunan jalan rencananya akan dianggarkan sebanyak Rp15 miliar untuk mengaspal 29 km jalan.

“Kecuali jalannya sempit dan jembatan sudah mulai lapuk, jadi jikalau diselesaikan dan dibenahi tentu penduduk akan merasa terbantu sehingga perjalanan berkendara lancar,” pungkasnya (OL-3)


Jalan Rusak dan Jembatan Lapuk masih Membelenggu Desa Langgai – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *