Jangan Lupa Pakai Masker dan Jaga Jarak – Aspiratif News

Kasus Covid-19 Meningkat, Gus Mus: Jangan Lupa Pakai Masker dan Jaga Jarak
Views: 1435
Read Time:2 Minute, 57 Second

Jangan Lupa Pakai Masker dan Jaga Jarak – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Meningkatnya hitungan total spesimen yang berhasil dites sehingga menyebabkan meningkatnya hitungan total Perkara harian Covid-19 membikin prihatin banyak pihak. Hal ini memerlukan selarasnya antara keputusan taktik pemerintah dengan kedisiplinan masarakat mentaati protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus yang menyerbu saluran pernafasan.


Sebelum Perkara Covid-19 akhir-akhir ini meningkat drastis, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus telah mewanti-wanti (pesan yang disampaikan dengan sungguh-sungguh) masarakat agar tidak lupa melaksanakan protokol kesehatan, khususnya mempergunakan masker dan menjaga jarak.


“Saya menyayangimu dan menghormatimu, maka saya mempergunakan masker. Mari galakkan Gerakan Mempergunakan Masker,” ajak Gus Mus lewat instagramnya, 26 Mei 2020 lalu.


Mempergunakan masker dan menjaga jarak penting dikerjakan saban orang, apalagi Perkara Covid-19 di dalam negeri terus meningkat. Hal itu hendaknya dikerjakan oleh masarakat waktu keluar rumah atau beraktivitas di luar rumah.

READ  Bisakah UU Caesar Menebus Kegagalan AS di Suriah? - Aspiratif News


“Kalau sungguh terpaksa sekali keluar rumah, jangan lupa mempergunakan masker dan tetap menjaga jarak. Marilah kita hargai orang lain dan diri kita sendiri,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah ini.


“Semoga Allah cepat mencabut wabah Corona yang membikin kita tidak nyaman ini dan menurunkan kembali Rahmat-Nya untuk kita semua. Aamiin,” ucap Gus Mus dalam doanya.


Sementara itu, dalam Kesempatan memberikan sokongan ke langkah-langkah yang dikerjakan oleh Satgas Nasional Penanggulangan Covid-19, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj menjelaskan dengan tegas bahwa melaksanakan protokol kesehatan wajib hukumnya selama masih ada wabah Covid-19.


kiai Said beralasan, jikalau tidak ikut protokol kesehatan akan mencelakakan diri sendiri dan orang lain. Hal itu Jelas bertentangan dengan Firman Allah SWT dan hadits Nabi Saw.


Seterusnya, kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini, ajaran Islam telah memberikan petunjuk berdasar hadits Nabi yang berbunyi, la dhororo wa la dhiror, yang artinya tidak boleh membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain.

READ  KH. Ahmad Dahlan Tremas (Adik Syekh Mahfudz Tremas): Guru dan Inspirator Nama Pendiri Muhammadiyah - Warta Batavia


“Allah SWT berfirman, la tulqu bi aidikum ila tahlukah, engkau jangan menjerumuskan masarakat ke dalam jurang kecelakaan. Selama ada Covid 19 kita mesti disiplin, hati-hati, waspada. Covid-19 bukan konspirasi, bukan bohong-bohongan,” ucap kiai Said, Jumat (10/7).


Protokol kesehatan yang dimaksud, ucap kiai Said, ialah menjaga kebersihan, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan mempergunakan masker jikalau beraktivitas. “Itu semua hukumnya wajib,” tegas kiai Said.


Apalagi bagi mereka yang rentan terkena Covid-19 di antaranya masarakat lanjut usia dan yang sudah mempunyai penyakit akut.


“Saya Ketum PBNU meminta untuk seluruh masarakat khususnya warga NU agar wajib hukumnya ikut protokol kesehatan, yaitu menjaga kebersihan, cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak 1 sama lain social distancing dan menggunkan masker itu hukumnya wajib, selalu mempergunakan masker di mana pun kita Ada,” katanya.


Menurut kiai Said, virus corona 85 % menyebabkan kematian bagi mereka yang mengidap penyakit akut seperti penyakit jantung, paru-paru, diabetes, dan hepatitis.

READ  Lirik Qashidah Astaghfirullah (versi Kelangan) Bahasa Indonesia - Warta Batavia


Pemerintah kembali Mempublikasikan informasi teranyar terkait hitungan total Perkara dan data pasien Covid-19 pada Rabu (15/7/2020) sore. Menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto, masih terjadi penularan virus corona di masarakat yang menyebabkan Perkara Covid-19 terus bertambah.


menurut data yang masuk sampai Rabu ini pukul 12.00 WIB, diketahui ada 1.522 Perkara baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan itu menyebabkan sekarang Perkara Covid-19 di Indonesia mencapai 80.094, terhitung semenjak Perkara ke-1 diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.


Pewarta: Fathoni Ahmad

Editor: Muchlishon

Jangan Lupa Pakai Masker dan Jaga Jarak – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *