Maaher-T-696x391.jpeg

Jejak Digital Cuitan ‘Maaher Soni Ernata’: Hina Ulama NU Hingga Berujung Penangkapan

Diposting pada
Momen penangkapan Soni Ernata Pemilik Akun @ustadzmaaher_. (Foto: Dok. Istimewa)

Soni Ernata alias Maaher At-Thuwailibi ditangkap penyidik dari Subdit 2 Dittipid Siber Bareskrim Polri. Dia ditangkap gegara laporan dianggap menghina kiai NU, Habib Luthfi bin Yahya.

Menurut Muannas Alaidid, selaku kuasa hukum pelapor, Jejak cuitan Maaher bukan hanya sekali menghina kiai-kiai NU. Disebutkannya, Maaher juga pernah menghina Gus Dur hingga Ma’fur Amin.

“Maaher ini bukan kali pertama kayak gini. Kalau kita ikuti jejak digitalnya, dia banyak kali melakukan penghinaan kepada kiai-kiai NU, kayak mulai Gus Dur, Kiai Said, Kiai Ma’ruf Amin, bahkan polisi disebut sebagai ‘monyet berseragam cokelat’,” tuturnya saat dihubungi wartawan, Senin (16/11/2020).

Baca: Sangar di Media Sosial, Maaher Terlihat Gugup dan Pucat Ketika Diciduk

Atas laporan itu polisi melakukan penangkapan terhadap Maaher. Dia ditangkap pukul 04.00 WIB pagi tadi oleh Subdit 2 Dittipid Siber Bareskrim.

Koordinator tim pengacara Maaher At-Thuwailibi, Djudju Purwantoro, mengungkap kliennya dijemput dini hari tadi di kediamannya dini hari tadi.

“Disaksikan oleh istrinya, langsung dijemput ke rumahnya oleh tim dari Bareskrim Polri,” kata Djudju kepada detikcom, Kamis (3/12/2020).

Baca Juga :  Terbongkar, Upaya Pemindahan Teroris dari Kamp al-Haul Suriah ke Irak

Baca: Alhamdulillah! Maaher At-Thuwailibi alias Soni Eranata Ditangkap Polisi

Djudju kemudian memberikan salinan surat penangkapan Maaher. Dalam surat penangkapan bernomor SP.Kap/184/XII/2020/Dittipidsiber, Maaher disebutkan sebagai tersangka.

Tim Bareskrim menyita sejumlah barang bukti dalam penangkapan tersebut. Dari foto yang diterima, tim dari Bareksrim Polri tampak memperlihatkan surat dalam sebuah map ke seorang wanita di halaman rumah. Wanita berhijab itu kemudian melihat melihat isi surat.

Maaher pun tampak dibawa dari kediamannya. Dia terlihat memakai kopiah berwarna putih, serta baju warna hitam. Dia juga tampak mengenakan masker di dagu.

Djudju menyesalkan penangkapan Maaher At-Thuwailibi tanpa didahului panggilan pemeriksaan. Maaher At-Thuwailibi juga, menurutnya, tidak memahami atas kasus apa ia ditangkap.

“Cara-cara proses penangkapan seperti itu patut diduga melanggar prosedur yang diatur dalam KUHAP. Ustaz Maheer juga tidak tertangkap tangan dalam suatu tindak pidana, belum pernah ada panggilan pemeriksaan pendahuluan, juga tidak memahami tentang kasus apa dia ditangkap. Hal itu tidak sesuai dengan proses penyelidikan menurut Pasal 1 butir 2 KUHP, yaitu serangkaian tindakan penyidik dalam hal dan menurut cara yang diatur UU,” bebernya.

Baca Juga :  Ansarullah Yaman Sambut Baik Pemulihan Hubungan Saudi-Qatar

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *