pengantin-cincin-menikah-pernikahan-suami-istri-750x350.jpg

Jodoh Seseorang dan Isyarat Al-Quran

Diposting pada

Muslimoderat.net – Secara umum, syariat memberikan pedoman dalam memilih pasangan. Salah satunya melalui hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari.

Ia mengklaim bahwa kriteria pasangan ideal adalah kaya, tampan, keturunan bangsawan, dan kuat dalam agama.

Di akhir hadits disarankan, ketika seseorang kesulitan mencari jodoh yang memiliki empat kriteria, maka paling tidak ia memiliki kriteria terakhir. Dia tidak diragukan lagi beruntung. Ini jelas berlaku untuk umum. Karena siapapun ingin beruntung dan menginginkan pasangan yang sempurna.

Sekalipun telah dilengkapi dengan empat kriteria di atas, pada praktiknya seseorang merasa bingung dan kesulitan menentukan pilihan. Apalagi dalam menghadapi berbagai tokoh pilihan, manakah dari sekian banyak tokoh yang pantas menjadi pasangan Anda?

Dalam hal ini, Alquran telah memberikan sejumlah tanda, siapakah pendamping atau pasangan hidup seseorang. Dengan gestur itu, seseorang akan sedikit terbantu dalam menentukan pilihannya. Beberapa tandanya adalah:

* Memiliki kesamaan dan padanan

Pada dasarnya seseorang cenderung kepada orang yang memiliki karakteristik dan keadaan yang sama dengan dirinya. Begitu juga dalam kasus pasangan. Ini disinggung dalam Al Qur’an:

“Wanita jahat untuk pria jahat, dan pria keji untuk wanita jahat (juga), dan wanita baik untuk pria baik dan pria baik. Itu untuk wanita baik (juga)”, (QS an-Nur [24]: 26).

Kesamaan status dan kesucian pada ayat di atas juga merupakan tanda dari aspek persamaan lainnya, seperti kesamaan akhlak, akhlak, profesi, hobi, keturunan, status sosial dan lain sebagainya. Tak heran kita sering bertemu dengan orang yang dijodohkan dengan teman seprofesi, rekan kerja, teman yang memiliki hobi, dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Kuota Gratis Kemendikbud Cair Hari Ini, Berikut Cara Daftar dan Syarat

Lebih menariknya, selain mengandung konsep persamaan, urutan dan kesepadanan, ayat di atas juga mendorong siapa saja yang ingin mencari jodoh terbaik, untuk mempersiapkan diri menjadi orang terbaik bagi orang yang diinginkannya. Sebab, pada dasarnya Allah akan mencocokkan hamba-hamba-Nya dengan orang-orang yang sederajat dengannya, sebagaimana ditegaskan di ayat lain

“Dia jadikan partner untukmu dari tipe (tipe) kamu,” (QS an-Nur [24]: 28).

* Membawa kedamaian dan kecenderungan ke hati

Dari satu atau lebih kesamaan muncul rasa kompatibilitas, simpati dan ketenangan. Begitu juga dalam kasus perjodohan. Jadi, siapapun yang akan mencari pasangan dan membuat pilihan, maka pilihlah seseorang yang membawa kedamaian, kecocokan, kesenangan, pengertian dan kasih sayang. Karena ini adalah tanda-tanda yang Allah ciptakan di dalam hatinya, seperti dalam Al-Qur’an,

“Dan di antara tanda kekuasaan-Nya adalah Dia yang telah menciptakan untuk Anda istri-istri dari jenis Anda sendiri, sehingga Anda cenderung dan nyaman dengan mereka, dan telah menciptakan rasa cinta dan kasih sayang di antara Anda”, (QS ar -Rum [30] 21).

Baca Juga :  AS Minta Iran Tak Langgar Janjinya kepada IAEA, Ayatullah Khamenei Minta AS Tak Sekedar Bicara

Dan mereka yang berkata, “Ya Tuhan kami, berikan kami istri dan keturunan kami sesuka mereka (kami), dan jadikan kami imam bagi mereka yang takut”, (QS al-Furqan [25]: 74).

* Diterima oleh keluarga

Pada dasarnya pernikahan tidak hanya mempersatukan dua orang yang saling mencintai, tetapi juga mempersatukan dua keluarga besar. Oleh karena itu, persetujuan setiap keluarga tidak boleh diabaikan. Jadi, siapapun yang akan melanjutkan hubungan di jenjang pernikahan, maka diskusikan dulu dengan keluarga, terutama kedua orang tua, bahkan dengan anak-anak jika yang sudah menikah adalah janda atau janda dan sudah memiliki anak yang cukup dewasa. Salah satu tujuannya adalah menghindari masalah di kemudian hari.

Namun, pilihan dan pertimbangan terakhir kembali ke orang yang bersangkutan. Karena masukan yang terlalu banyak seringkali membuat seseorang bingung dan sulit bergerak.

Memang, penerimaan keluarga dalam memilih pasangan telah diisyaratkan dalam Al Qur’an,

“Jika kamu tidak melihat siapa pun di dalam, kamu tidak boleh masuk sampai kamu mendapat izin. Dan jika kamu diberitahu:” Kembalilah (saja) “, maka biarkan aku kembali. Itu bersih untukmu dan Allah paling tahu apa yang kamu sedang melakukan “(QS ash-Shura [42]: 11).

* Pintu Bidang Rezeki

Tanda jodoh seseorang selanjutnya adalah kelapangan rezeki. Ingat, ketika Allah cocok dengan hamba-Nya, Dia akan memperluas mata pencaharian-Nya,

Baca Juga :  Ini Alasan Menag Jadikan Habib Luthfi sebagai Penasihat

“Allah telah menciptakan untuk Anda istri-istri dari jenis Anda dan menciptakan Anda dari istri, anak dan cucu Anda, dan telah memberi Anda rezeki hal-hal yang baik”, (QS an-Nahl [16]: 72).

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kami menemukan bahwa mata pencaharian orang lajang berbeda dengan orang yang menikah. Begitu pula mata pencaharian orang yang tidak memiliki anak berbeda dengan mereka yang sudah memiliki anak.

Sungguh, Allah telah berjanji untuk memungkinkan dan memfasilitasi seseorang yang telah menemukan jodohnya dan bermaksud untuk melindungi kehormatannya. Caranya tentu tergantung Allah. Dengarkan ayat ini,

“Dan nikahi mereka yang sendirian diantara kamu, dan mereka yang layak (dinikahi) oleh hamba laki-laki dan perempuanmu. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan rahmat-Nya” (QS an-Nur [24]: 33).

Dengan kata lain, jika pilihan yang dihadapi seseorang adalah pendamping, maka Allah akan mengijinkannya untuk menikah dengan pilihan itu. Allah Maha Tahu.

Ustadz M Tatam Wijaya, Asisten Pembantu Pencatatan Nikah (P4) KUA Sukanagara, Cianjur

Sumber; Warta Batavia

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *