jokowi-hadiri-peringatan-puncak-hari-pers-nasional-5_169.jpeg

Jokowi: 215 Negara Rebutan Vaksin, RI Dapat 426 Juta Dosis

Diposting pada

Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia berebut vaksin Covid-19 dengan 215 negara lainnya. Menurutnya, proses mendapatkan stok vaksin saat ini tak mudah.

Jokowi mengatakan hanya beberapa perusahaan di dunia yang mampu memproduksi vaksin Covid-19. Namun, ratusan negara mengincar barang yang sama guna menuntaskan pandemi.

“Pemerintah pusat sedang berusaha keras untuk memperoleh tambahan vaksin dari berbagi sumber. Vaksin ini produsennya tidak banyak, tapi direbutkan oleh 215 negara, rebutan semuanya,” kata Jokowi saat membuka Peresmian Pembukaan Munas Apeksi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/2).

Meski begitu, Jokowi memastikan posisi Indonesia aman. Sebab Indonesia sudah mendapat komitmen 426 juta dosis vaksin sejak Agustus 2020.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berkata hanya 45 negara yang beruntung sudah bisa memulai vaksinasi. Salah satu di antaranya adalah Indonesia.

“Yang lain merebutkan mendapatkan vaksin. Kita sudah mendapatkan komitmen 426 juta, alhamdulillah,” ujar Jokowi.

Jokowi meminta pemerintah daerah memanfaatkan kondisi ini dengan sebaik-baiknya. Ia meminta para kepala daerah untuk memastikan kesiapan petugas dan fasilitas vaksinasi.

Baca Juga :  Satgas Minta Masyarakat Tak Khawatir Berlebihan terhadap Mutasi Virus Corona B.1.1.7

“Kumpulkan misalnya di GOR, kumpulkan di balai kota dengan jumlah yang banyak, sehingga harian ini kita bisa melakukan suntikan vaksin dalam jumlah yang banyak. Sehingga, segera tercapai herd immunity,” ujarnya.

Vaksinasi Covid-19 di Indonesia akan melibatkan 181,5 juta orang penduduk. Progam itu ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Pemerintah menyatakan memerlukan 426 juta dosis vaksin. Namun hingga kini, baru 3 juta dosis vaksin yang telah didistribusikan ke daerah. Sementara 12 juta dosis lainnya masih dalam tahap produksi.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut Indonesia telah memastikan 600 juta dosis vaksin dari perusahaan internasional. Sebagian di antaranya adalah opsi cadangan karena Indonesia akan mendapat vaksin gratis dari Gavi.[cnnindonesia.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *