jokowi-pimpin-ratas-soal-ppkm-dok-biro-pers-setpres-2_169.jpeg

Jokowi Minta Kemenag Libatkan Tokoh Agama dalam Implementasi PPKM

Diposting pada

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan ketidaktegasan dan ketidakkonsistenan implementasi menjadi salah satu faktor Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak efektif. Jokowi pun meminta tokoh agama untuk dilibatkan dalam implementasi PPKM ke depannya.

“Implementasi di lapangannya seperti apa. Mungkin di nanti Kementerian Agama melibatkan tokoh-tokoh agamanya seperti apa, TNI seperti apa, dan Polri seperti apa. Dan Pak Menko nanti yang mungkin bisa mendrive agar lapangannya bisa terjadi,” kata Jokowi saat rapat terbatas di Istana Bogor pada Jumat (29/1) lalu yang baru diunggah Minggu (31/1/2021).

Menurut Jokowi, ketidaktegasan dan ketidakkonsistenan menjadi akar masalah tidak efektifnya PPKM. Karena itulah, dia meminta seluruh jajarannya untuk turun ke lapangan mensosialisasikan protokol kesehatan dan menegakkan implementasi PPKM.

“Ini hanya masalah implementasi ini. Sehingga saya minta betul-betul turun ke lapangan, ada di lapangan. Tetapi juga siap dengan cara-cara yang lebih praktis dan sederhana agar masyarakat tahu apa sih yang namanya 3M itu. Siapkan juga masker yang memiliki standar-standar yang benar. Sehingga masyarakat tahu yang nggak pake langsung diberi, pakai, diberitahu apa, apa, apa, apa. Ini memang harus bekerja sesimpel mungkin, sesederhana mungkin, tapi betul-betul ada di lapangan, di provinsi-provinsi yang sudah kita sepakati,” papar dia.

Baca Juga :  Beri Sambutan di Harlah NU ke-95, Menag Yaqut: Kritik Saya Kalau Belok-belok

Selain itu, Jokowi juga meminta Menko Marvest Luhut Binsar Pandjaitan mengajak pakar epidemiologi. Khususnya dalam membuat kebijakan untuk mengatasi pandemi COVID-19 ini.

“Sehingga dalam mendesain kebijakan itu betul-betul bisa lebih komprehensif. Sebenarnya esensi dari PPKM ini kan membatasi mobilitas. Namanya saja kan pembatasan kegiatan masyarakat kan. Tetapi yang saya lihat, di implementasinya kita tidak tegas dan tidak konsisten,” tutur Jokowi.[detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *