1613820079276.jpeg

Jokowi Nyatakan PPKM Skala Mikro Efektif Turunkan Kurva Corona

Diposting pada

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyatakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak efektif. Kini strategi sudah diubah menjadi PPKM skala mikro. Dia menyatakan PPKM skala mikro lebih efektif menekan kurva COVID-19.

“PPKM Skala Mikro Lebih Efektif Tekan Kasus Aktif COVID-19,” demikian judul keterangan tertulis dari Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden yang diterima detikcom pada Sabtu (20/2/2021).

Presiden Jokowi berbicara dengan para pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Rabu (17/2). Dia menjelaskan perihal PPKM mikro yang berhasil menekan kurva pandemi.

“Kenapa saya ngomong di awal minggu itu PPKM tidak efektif? Ya karena memang kurvanya tidak ada yang melandai turun. Tetapi yang kedua kelihatan sekali sudah turun. Yang ketiga ini turun lagi,” kata Jokowi.

PPKM dinilai tidak efektif karena kasus dalam lingkup kecil bisa berdampak dalam lingkup yang lebih luas, maka ekonomi bisa kena dampak. PPKM mikro diterapkan sejak 9 Februari. PPKM mikro diterapkan dalam level kecil, yakni RT/RW dan mikro.

Baca Juga :  Ini Alasan Polisi Gelar Rekonstruksi Penyerangan Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek Dini Hari

Sejauh ini, PPKM mikro berhasil menurunkan kasus aktif, yakni angka kasus COVID-19 yang terkonfirmasi dikurangi dengan angka kesembuhan dan angka kematian. Angka kasus aktif menunjukkan banyaknya orang yang tengah dirawat akibat COVID-19.

“Kasus aktif juga kalau kita ingat, mungkin tiga minggu yang lalu, itu masih di angka-angka 14 ribu, bahkan 15 ribu. Sekarang minggu-minggu terakhir kemarin ini, sudah di 8.000-9.000,” kata Presiden.

Ternyata India juga menerapkan strategi semacam PPKM mikro. India juga berhasil menurunkan angka COVID-19.

“Meskipun awal-awal India itu lockdown total. Sehingga kok India sekarang ganti ini? Ternyata strateginya sama, PPKM skala mikro,” paparnya.

Presiden memandang Indonesia memiliki kekuatan untuk menjalankan kebijakan tersebut, yakni perangkat pemerintahan hingga unsur terkecil di tingkat RT/RW, maupun perangkat aparat keamanan dari TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Hal tersebut diyakini akan sangat membantu pelaksanaan PPKM skala mikro.

“Saya melihat kekuatan kita itu memiliki desa yang ada RT/RW-nya dan di situ ada yang namanya Babinsa dan Bhabinkamtibmas, ini yang semua perangkat itu yang kita pakai sekarang ini. Memang kalau nanti kita di dashboard kita sudah sampai ke level RT, itu memudahkan sekali,” tandasnya. [detik.com]

Baca Juga :  Serap 16 Juta Pekerja, Airlangga Sebut Industri Sawit Bisa Kurangi Kemiskinan

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *