Kategori
Berita

Jokowi Restui Pajak 0% & Innova-Fortuner Diskon Rp50-80 Juta

Pemerintah berencana memperluas segmen otomotif yang terkena pajak penjualan barang mewah (PPnBM) dari 1.500cc menjadi 2.500cc. Jika keringanan saat ini merupakan usulan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, maka rencana memperbaharui menjadi 2.500 cc ke depan merupakan inisiatif Presiden Joko Widodo.

Baru-baru ini, Jokowi memerintahkan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut agar dapat diimplementasikan secara lebih luas dan komprehensif. Hal itu disampaikan Presiden saat menerima Agus terkait laporan kunjungan kerja ke Jepang.

“Perluasan dan pendalaman rumusan akan didasarkan pada peningkatan perpindahan kendaraan yang dikombinasikan dengan pembelian lokal, atau hanya berdasarkan pembelian lokal, dan kemungkinan perubahan jaman,” kata Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resmi. , dikutip Rabu (17/3).

Rencana ekspansi fiskal ini dikarenakan adanya jenis kendaraan dengan kapasitas lebih besar dari 1500 cc dan dengan pembelian lokal yang tinggi (lebih dari 50-60%). Namun karena regulasi yang berlaku saat ini, hanya mobil yang memiliki batasan 1500cc saja, mobil tersebut belum menikmati kebijakan relaksasi ini.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan kementerian keuangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden sempat menyampaikan harapan agar kendaraan bermotor roda empat (KBM) berkapasitas 2.500cc juga bisa mendapatkan insentif pajak selama pandemi ini, asalkan memiliki tingkat komponen rumah tangga (TKDN) minimal 70%.

Selain itu, pemerintah menyambut baik minat masyarakat untuk menikmati fasilitas relaksasi ini, terbukti dengan naiknya tingkat purchase order sebesar 140,8% (per 12 Maret 2021) setelah adanya pelonggaran PPnBM kendaraan bermotor, ”kata Agus.

Pemerintah meminta produsen untuk meningkatkan penggunaan, sehingga mereka dapat dengan cepat memenuhi permintaan konsumen yang berkembang pesat ini.

Kebijakan keringanan PPnBM, yang akan berlaku mulai 1 Maret 2021, ditujukan untuk sedan roda empat dan 4 × 2 KBM dengan kapasitas di bawah 1500cc, diproduksi sendiri dan harus memenuhi persyaratan pembelian lokal yang mencakup pemenuhan total penggunaan komponen yang digunakan oleh produksi dalam negeri yang digunakan untuk kegiatan produksi kendaraan bermotor minimal 70 persen.

Diskon apa yang akan diterima Toyota Fortuner dan Innova jika tunduk pada kebijakan PPnBM 0%?

Berikut estimasi potongan pajak untuk Fortuner 4 × 2 dan Kijang Innova:

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2013 terkait Pajak Atas Barang Mewah Berbentuk Kendaraan Bermotor, dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.

Fortuner dan Innova termasuk dalam kendaraan penggerak 4×2 dengan kapasitas kurang dari 2.500cc dikenakan tarif PPnBM sebesar 20%. Sedangkan Fortuner 4 × 4 dikenakan tarif PPnBM sebesar 40%.

Seperti dikutip detik.com, Fortuner 4×2 2.4 GM / T Diesel saat ini dijual dengan harga Rp 512.000.000 (OTR Jakarta), nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) 4×2 2.4 GM / T Diesel ditarik Permendagri No . 1 tahun 2021 seharga Rp. 382.000.000 dan faktor bobot 1.050, jadi inilah perhitungannya:

= (NJKB x koefisien bobot) x nilai PPnBM 20%

= (Rp382.000.000 x 1.050) x 20%

= Rp80.220.000

Harga OTR diturunkan dari kisaran PPnBM

= Rp 512.000.000 – Rp80.220.000 = Rp 431.780.000 (harga setelah PPnBM 0%)

Sedangkan untuk Innova Kijang misalnya Innova M / T Bensin yang saat ini dijual seharga Rp 342.400.000. Nilai jual kendaraan Innova 2.0 M / T Diesel (NJKB) menurut Menteri Dalam Negeri n. 1 Pada tahun 2021 diketahui Rp 382.000.000 dan faktor bobot 1.050, maka berikut perhitungannya:

= (NJKB x koefisien bobot) x nilai PPnBM 20%

= (Rp 256.000.000 x 1.050) x 20%

= Rp 53.760.000

Rp 342.400.000 – Rp 53.760.000 = Rp 288.640.000 (harga setelah PPnBM 0%)

Seperti diketahui, pelonggaran bertahap PPnBM saat ini berlaku untuk mobil berkapasitas maksimal 1500cc dengan komponen lokal 70%, turun menjadi 0% di bulan Maret-Mei, lalu ke PPnBM dengan diskon 50% di bulan Juni-Agustus, dan terakhir ke PPnBM. dari 25% akhir September hingga November. Selama waktu normal, PPnBM berlaku antara 10% bahkan lebih dari 40%, tergantung jenis kendaraannya.[cnbcindonesia.com]

var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];

if (d.getElementById(id)) return;

js = d.createElement(s); js.id = id;

js.src = "https://connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.8";

fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);

}(document, 'script', 'facebook-jssdk'));

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *