ilustrasi-anak-sekolah-online_169.jpeg

Kabar Gembira! Kuota Gratis untuk Pelajar-Mahasiswa Lanjut Tahun Ini

Diposting pada

Kemendikbud menyampaikan kabar baik untuk orang tua siswa, mahasiswa, dan tenaga pengajar. Kabar baik itu adalah Kemendikbud tetap akan melanjutkan kebijakan kuota gratis bagi pelajar dan tenaga pengajar pada 2021 ini.

“Jadi hasil evaluasi pemberian kuota internet kepada masyarakat pendidikan ada siswa, mahasiswa, dosen, guru, itu sangat baik, dan hasil survei dan evaluasi pihak ketiga menunjukkan pemanfaatan kuota internet yang sangat tinggi. Nah, oleh karena itu, di tahun 2021, alokasi kuota internet masih akan dilanjutkan,” kata Sekjen Kemendikbud Ainun Nai’m dalam diskusi virtual yang disiarkan live di YouTube Kemendikbud, Selasa (5/1/2021).

Na’im mengatakan pada 2021 ini Kemendikbud akan memperbaiki sistem pembagian kuota gratis. Besaran kuota yang akan diberikan juga akan dievaluasi oleh Kemendikbud.

“Namun tentu kita akan berusaha untuk menempuh dengan cara yang lebih baik. Oleh karena itu, sekarang sedang kita rumuskan besaran dan cakupannya seperti apa, karena tentu ada perkembangan mengenai penyelesaian pandemi COVID ini, dan juga alternatif pelaksanaan pembelajaran di rumah atau jarak jauh,” jelasnya.

Baca Juga :  Tolak Israel, Indonesia Bukan Bangsa Pengkhianat!

Target Kemendikbud di 2021

Dalam kesempatan yang sama, Mendikbud Nadiem Makarim memaparkan anggaran yang dimiliki Kemendikbud. Nadiem berjanji akan menggunakan dana itu sebaik-baiknya.

“Di tahun depan (2021) walaupun anggaran pendidikan total 20 persen dari pada anggaran sebesar Rp 550 triliun, harus disadari bahwa di Kemendikbud hanya sekitar 81,5 triliun adalah anggaran kita untuk 2021. Alokasi DAK pendidikan 2021 DAK nonfisik sebesar Rp 116.604 miliar, dan DAK fisik 17.784 miliar,” kata Nadiem.

Dengan anggaran itu, prioritas utama Kemendikbud adalah bantuan KIP Kuliah, tunjangan profesi guru, dan PIP/KIP sekolah. Selain itu, Kemendikbud juga akan menguatkan digitalisasi sekolah.

“Program besar kita, digitalisasi sekolah dan medium pembelajaran. Kita akan kuatkan berbagai macam platform digital kita, kita akan buat layanan terpadu antara Kemendikbud, kehumasan, dan media, dan tentu saja bahan ajar dan model media digital. Dan terbesar adalah pengaduan sarana pendidikan yang akan kita akselerasi tahun ini adalah pembelian laptop-laptop, dan lain-lain untuk memenuhi akses digital,” jelasnya.

Baca Juga :  Menhub Pesan 200 Unit GeNose untuk Dioperasikan di 44 Stasiun Jawa-Sumatera

Program berikutnya adalah sertifikasi guru pendidikan, rekrutmen guru PPPK pada tahun ini. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan peningkatan kurikulum persiapan asesmen nasional pengganti UN.

“Berikutnya peningkatan kurikulum dan asesmen nasional, di mana UN akan kita ganti dengan asesmen nasional, yaitu asesmen kompetensi minimum, numerasi literasi, survei karakter, dan survei lingkungan belajar. Sekali lagi, ini suatu hal tidak akan berdampak ke masa depan murid sama sekali. Pengembangan kurikulum dan pelatihan inovasi kurikulum akan terus kita lakukan,” jelas Nadiem.

Revitalisasi pendidikan vokasi dan SMK juga akan dilakukan Kemendikbud. Sekitar 900 SMK nantinya akan diperbesar dan diperbaiki kualitas SDM.

“Tentunya pergerakan guru vokasi akan jadi kelanjutan. Pernikahan massal dengan DUDI (dunia usaha dan industri) semua akan didorong, jadi benar-benar serius kita akan dekatkan industri dengan semua instansi pendidikan kita,” pungkasnya.[detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *