kadiv-propam-polri-irjen-ferdy-sambo-1_43.jpeg

Kader PD Disebut Diancam Intel, Propam Polri: Belum Ada Laporan

Diposting pada

Wakil Presiden Partai Demokrat (PD) Benny K Harman mengatakan ada pejabat PD di daerah yang mendapat ancaman dari intelijen kepolisian. Bagian Propam Mabes Polri mengaku tidak menerima laporan tersebut.

“Hingga saat ini, Propam Polri dan jajaran daerah belum menerima laporan tersebut,” kata Kepala Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/3/2021).

Ferdy meminta siapa saja yang melihat ada anggota Polri yang melakukan kejahatan itu, agar bisa segera melaporkannya ke Propam setempat. Ferdy mengatakan laporan resminya akan ditindaklanjuti.

“Propam Polri mengimbau siapapun yang melihat, mendengar dan menemukan anggota Polri yang mengintimidasi, mengikuti, menyelidiki bahkan mengintimidasi, disarankan agar dilaporkan ke Propam Polri dan / atau jajaran Propam daerah,” ujarnya. .

Ferdy menegaskan, pihaknya akan mengumumkan hasil penuntutan secara transparan. Dalam kesempatan ini, Ferdy juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak segan-segan melapor jika mengetahui ada oknum polisi yang melakukan tindakan eksternal.

Laporan resmi tersebut akan segera dilanjutkan dengan investigasi. Dan jika ada pelanggaran yang dilakukan oleh polisi akan diumumkan secara terbuka, transparan dan bertanggung jawab, ”jelas Sambo.

Baca Juga :  Hasto Sindir Anies soal Banjir: Salah Asumsi Air Masuk Bumi

Propam Polri telah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar setiap pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri, baik pelanggaran disiplin Polri maupun kode etik profesi, secara resmi dikecam melalui layanan pengaduan di Mabes Polri dan Badan Pemeriksa Keuangan. arsip daerah. “, Dia menambahkan.

Benny K Harman di akun Twitternya, @BennyHarmanID, sebelumnya mengklaim bahwa pejabat Partai Demokrat di kawasan itu diancam oleh intelijen polisi. Benny mengatakan, Pemprov diminta menghadirkan nama-nama pengurus partai dan mendukung acara yang diklaim Partai Demokrat KLB di Deli Serdang.

“Partai Demokrat di tingkat kabupaten dan kota kini was-was. Mereka diancam intelijen polisi untuk menyerahkan nama-nama pimpinan tertinggi partai,” kata Benny melalui akun Twitter @BennyHarmanID yang disahkan detikcom, Selasa. 9/3).

Benny mengatakan, petugas intelijen polisi mendapat perintah dari Kapolda. Tak hanya itu, Benny mengatakan petinggi Partai Demokrat di daerah juga dibujuk untuk mendukung acara yang diklaim sebagai hasil merebaknya Partai Demokrat di Deli Serdang. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *