Kadin Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020 Minus 6 % – Aspiratif News

Views: 22
Read Time:1 Minute, 56 Second

Kadin Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020 Minus 6 % – Aspiratif News

Sumber: sinarharapan.co

Jakarta, Aspiratif News— Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 anjlok di kisaran -4 % sampai -6 %.

“Kami di Kadin berpendapat bahwasanya akan terjadi kontraksi pertumbuhan ekonomi antara -4 % sampai -6 % di kuartal II 2020,” kata Ketum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Sabtu (4/7).

Rosan menerangkan, ekonomi Indonesia akan terkontraksi tajam karena proses stimulasi penanganan Covid-19 masih amat lambat.

“Penyerapan di bermacam bidang, seperti kesehatan baru 1,54 %, penjagaan sosial di 28,63 %, insentif usaha 6,8 %, UMKM 0,06 %, korporasi 0 % dan sektoral pada 3,65 %,” terangnya.

Baca: BI Perkiraan Inflasi Minggu Ke-1 Juli 0,04 %

Lambatnya progres stimulus penanganan tersebut akan membikin intimidasi ke pemulihan kesehatan, jejaring pengamanan sosial, dan perekonomian jadi lebih berat. Kecuali itu, hal ini akan membikin pertumbuhan ekonomi di kuartal III terkontraksi sehingga secara teknis Indonesia masuk dalam fase resesi.

Dari sisi perdagangan, surplus yang terjadi pada April dan Mei 2020 dikarenakan adanya penurunan impor yang lebih tinggi dibandingkan penurunan ekspor. Adapun dari sisi investasi, penurunan realisasi penanaman modal asing diperkirakan lebih down pada kuartal II 2020.

Dia menceritakan, ketidakpastian dari Covid-19 tidak cuma mempengaruhi arus perdagangan dan investasi, tapi juga penurunan daya beli atau konsumsi dalam negeri pada kuartal II. Hal ini kelihatan dari penurunan indeks penjualan riil sebesar -16,9 % pada April dan -22,9 % pada Mei, dan penurunan indeks keyakinan konsumen sebesar -33,8 % pada April dan -39,3 % pada Mei.

Dalam hal ini, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menerangkan, pemerintah wajib mencari cara agar pertumbuhan ekonomi dalam negeri tidak masuk zona negatif sampai akhir tahun.

menurutnya, pertumbuhan ekonomi wajib dapat terangkat paling tidak pada kuartal III dan IV sehingga secara akumulatif ekonomi Indonesia tidak keterlaluan jatuh.

“Kuaral III dan IV diinginkan meningkat tetapi kita tahu bahwa yang dapat mengelak kuartal III mau tidak mau ialah peran pemerintah,” ujarnya. (sh/merdeka/tempo/liputan6)

 

 


Kadin Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020 Minus 6 % – Aspiratif News

READ  Khilafah dalam Pandangan Nahdlatul Ulama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *