Jika-Wawasan-Kebangsaan-Masyarakat-Meningkat-Benih-Radikalisme-Akan-Mati.jpg

Kalau Wawasan Kebangsaan Masarakat Meningkat, Benih Radikalisme Akan Mati

Diposting pada

Kalau Wawasan Kebangsaan Masarakat Meningkat, Benih Radikalisme Akan Mati

Benih-benih radikalisme jadi ancaman bagi keutuhan bangsa Indonesia, dan juga dapat meruntukan NKRI. Untuk membendung laju pertumbuhan radikalisme, cara yang efektif ialah dengan meningkatkan wawasan kebangsaan masarakat, mulai dari anak kecil, para pemuda dan kaum dewasa. Kalau wawasan kebangsaan terus meningkat maka ancaman radikalisme dapat diredam dan bahkan akhirnya radikalisme akan mati sebab sulit menemukan mangsa.

Dalam konteks Indonesia, wawasan kebangsaan ialah konstruksi 4 pilar kebangsaan yang meliputi; pilar Pancasila selaku landasan ideologi negara, pilar Undang-undang Dasar 1945 selaku pilar konstitusi, pilar model Negara Kesatuan Republik Indonesia selaku bentuk negara, dan pilar Bhineka Tunggal Ika selaku tali pengikat persatuan ank-anak bangsa.

Yang memprihatinkan, ada temuan hasil survey sebuah surat berita nasional terkemuka, Kompas, sebagaimana dilansir As’ad Said Ali, yang diumumkan pada pada 1 Juni 2008 Soal pengetahuan masarakat atas Pancasila selaku ideologi dasar negara. Temuan ini cukup mengejutkan dan memprihatinkan. Betapa tidak, sebanyak 48,4% responden berumur 17-29 tahun dinyatakan tidak dapat menyebutkan sila-sila Pancasila secara benar dan komprehensif. Adapun 42,7% responden berumur 30-45 tahun salah menyebut sila-sila Pancasila, dan yang lebih mengejutkan responden berumur 46 tahun ke atas 60,6% dinyatakan salah menyebutkan kelima sila Pancasila.

Baca Juga :  Survei: Kinerja Jokowi Memuaskan 64,6 Persen Masyarakat Indonesia

Lantas pada 2011, Sebuah survey yang pernah dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) terkait Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika selaku pilar kehidupan berbangsa dan bernegara mempertunjukkan hasil cuma kisaran 67-78 %. Survey yang melibatkan 12.056 responden yang tersebar di 181 kabupaten/kota di 33 propinsi di semua Indonesia ini menghasilkan kesimpulan bahwa masarakat Indonesia mempunyai wawasan kebangsaan yang minim. Bahkan ada sebanyak 10% masarakat yang tidak sanggup untuk menyebutkan 1 pun sila dari sila-sila Pancasila.

Hasil survey tersebut tentu amat mengkhawatirkan kita seluruh, mengingat minimnya pengetahuan publik atas ideologi yang dianut negaranya ini akan Ikut menentukan eksistensi Indonesia di masa depan.

Hal ini sebagaimana dikatakan Gus Dur bahwa tanpa Pancasila negara akan bubar. Kenapa? Sebab Pancasila ialah seperangkat asas dan ia akan ada selamanya sejauh negara ini berdiri. Ia ialah ide soal negara yang mesti kita miliki dan kita perjuangkan. Bahkan, bagi Gus Dur, Pancasila Adalah harga mati yang tidak dapat ditawar lagi dan akan dipertahankannya meski dengan nyawa. Tidak mengherankan kalau Gus Dur lalu dikenal selaku publik figur dengan tekad bulat nasionalismenya yang amat besar.

Baca Juga :  Wasekjen MUI Najamuddin Ramli Itu Pendukung Khilafah, Pantas Sudutkan Banser

Tingginya ketidaktahuan masarakat atas ideologi Pancasila yang jadi dasar negaranya ini dapat dikarenakan 2 faktor, yaitu ;

  • Ke-1, Pancasila telah jarang disebut di ruang publik, kecuali cuma di sekolah dan kampus, itu pun sebatas di mata pelajaran yang mempunyai hubungan langsung dengan jam pelajaran Pancasila yang terbatas.
  • Ke-2, kalau Pancasila dibicarakan di ruang publik, maka lebih sering dilontarkan oleh para politisi yang kredibilitasnya sendiri kurang begitu bagus di masarakat.

Hal itulah yang memicu turunnya wawasan kebangsaan masarakat kita, khususnya terkait ideologi negara Pancasila. Padahal masih ada 3 pilar kebangsaan kita selain Pancasila. Kita amat prihatin menyaksikan masarakat kita yang minim dalam pengetahuan soal UUD 1945, NKRI selaku bentuk negara, dan pilar Bhineka Tunggal Ika.

Lemahnya wawasan kebangsaan akan melemahkan kekuatan bangsa Indonesia. Ditambah benih-benih radikalisme terus menggerogoti, akan kian melemahkan persatuan kita. Oleh sebab itu, pemerintah dan komponen masarakat mesti bersinergi dalam meningkatkan wawasan kebangsaan masyarakat negara Indonesia. Dengan meningkatnya wawasan kebangsaan, maka benih-benih radikalisme akan kering dan mati. (ar/aspratif)

Baca Juga :  KAMI Provokasi Aksi Demo Berakhir Rusuh di Mana-mana, Ini Pernyataan Sikap Presidium KAMI Setelah Ditangkap
Jika Wawasan Kebangsaan Masyarakat Meningkat, Benih Radikalisme Akan Mati
Kalau Wawasan Kebangsaan Masarakat Meningkat, Benih Radikalisme Akan Mati.

Kalau Wawasan Kebangsaan Masarakat Meningkat, Benih Radikalisme Akan Mati

Kalau Wawasan Kebangsaan Masarakat Meningkat, Benih Radikalisme Akan Mati

Sumber: Ummatina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *