6055f2a5adfe6.jpg

Kapolda: Knalpot Bising dan Sunmori yang Penuh Risiko, Hilangkan!

Diposting pada

Inspektur Jenderal Pol Fadil Imran Kapolda Metro Jaya memerintahkan jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya membubarkan pengendara sepeda motor yang berisiko penuh, baik pada balapan malam maupun Minggu pagi (sunmori).

“Perilaku mengemudi itu berisiko, ada perjalanan malam, sunmores atau perjalanan Minggu pagi. Singkirkan itu! Fadil mengatakan di lapangan persisnya arah lalu lintas dan kepolisian Metro Jakarta dikutip Antara, Sabtu (20/3/2021).

“Lakukan edukasi dan sosialisasi agar perilaku ini tidak tercemar oleh perilaku mengemudi yang berisiko,” lanjut Fadil.

Sementara itu, perilaku mengemudi berisiko yang dimaksud Fadil adalah mengemudi sembarangan atau bergantung pada konvoi yang menimbulkan keramaian.

Tak hanya itu, pengemudi yang menggunakan knalpot berisik, menurut Fadil, juga harus mendapat penalti dari anggotanya.

“Tindak pengendara sepeda motor dengan knalpot yang membuat bising lingkaran polisi, mereka tidak pernah berhenti, itu melakukan upaya preventif, upaya edukasi, upaya memecahkan akar permasalahan di hulu,” kata Fadil.

Fadil mengatakan warga bisa menikmati Jakarta pada pagi dan sore hari.

Namun saat berkendara, warga diminta mengemudi dengan sopan dan tidak membahayakan orang lain.

Baca Juga :  Tinjau Banjir Kalimantan Selatan, Panglima TNI: Jika Perlu Helikopter Sampaikan, Kita Siapkan

“Menikmati indahnya Jakarta pada malam hari, namun dengan perilaku mengemudi yang sopan, tidak melanggar, mengancam nyawa. Silahkan keliling Jakarta pada pagi hari, tentunya dengan perilaku mengemudi yang sopan, perilaku mengemudi yang tidak membahayakan Anda dan jiwa Anda. Dll. orang, “tambah Fadil.

Beberapa waktu lalu video pengendara sepeda motor (moge) hebat saat berada di sunmori diblokir oleh pasukan keamanan presiden (Paspampres) menjadi viral di media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat beberapa petugas menghentikan rombongan pengendara sepeda motor yang sedang membuat sunmurs di Jalan veteran III, di belakang Istana Presiden, Jakarta Pusat.

Lampu sorot terlihat oleh salah satu petugas dengan senjata menendang salah satu pengendara motor.

Letkol Wisnu Herlambang membenarkan bahwa rombongan telah dihentikan.

Wisnu mengatakan sejumlah pengendara sepeda motor dilumpuhkan petugas karena melintasi jalan yang saat ini ditutup.

“Kalau diblok, ada bahaya tidak langsung atau ancaman yang nyata. Itu batas pelanggaran ring 1. Jadi bisa lumpuh,” kata Wisnu kepada Kompas.com, Jumat (26/2/2021).[kompas.com]

Baca Juga :  Penyerang Mabes Polri Sebut Nama Ahok di Surat Wasiatnya

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *