panglima-tni-dan-kapolri-datangi-lokasi-bom-bunuh-diri-makassar_169.jpeg

Kapolri: Bomber Makassar dari Kelompok JAD yang Terkait Bom Gereja Filipina

Diposting pada

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, terduga pelaku bom bunuh diri di depan gereja katedral, Makassar, Sulawesi Selatan adalah jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Dua penulis yang mencurigakan diidentifikasi.

“Peristiwa itu dilakukan oleh 2 tersangka. Tersangka pertama L (sidik jari identik), sedangkan tersangka kedua masih diidentifikasi,” kata Listyo usai memeriksa lokasi aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3). ). / 2021).

Listyo mengatakan, bom bunuh diri itu terkait dengan penangkapan 24 tersangka teror pada Januari 2021. 24 tersangka teror yang ditangkap berasal dari Sulawesi Selatan.

“Peristiwa ini ada kaitannya dengan penangkapan 24 tersangka teror pada Januari 2021 di wilayah Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Selain itu, kata Listyo, tersangka pelaku juga diketahui anggota kelompok Daro. Menurutnya, Daro adalah pelaku aksi teror di Jolo, Filipina.

“Kelompok Daro adalah penulis yang kami amankan beberapa waktu lalu. Kelompok ini bergabung dengan mereka yang melakukan aksi bom di Jolo (Filipina), ”ujarnya.

Selain itu, Listyo mengimbau agar penonton tetap tenang namun waspada. Dia meminta masyarakat untuk menyerahkan kasus ini sepenuhnya ke polisi.

Baca Juga :  Presiden Tunjuk Menko Airlangga Jadi Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif

“Secara khusus, kami juga meminta kepada seluruh pemuka agama untuk membantu penyiaran kepada masyarakat agar tetap tenang,” ucapnya.

Sebelumnya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi lokasi aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Sigit juga meminta warga tidak takut dan menyerahkan penanganan kasus terorisme kepada polisi.

“Umat jangan takut, jangan panik, lakukan bisnis seperti biasa,” kata Jenderal Sigit kepada wartawan di depan Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021).

“Serahkan urusan teroris kepada kami, kami akan selesaikan dan tangkap pelakunya,” kata Sigit.

Sigit mengatakan telah memberikan perintah khusus untuk mengungkap kasus terorisme dan mencegah korban lebih lanjut.

“Saya sudah perintahkan Kadensus dan jajarannya melakukan apa yang harus kami lakukan. Yang penting jangan sampai terjadi ledakan lagi,” kata Sigit. [detik.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *