Kategori-jenis Keramat Para Wali Allah dalam Kajian Tasawuf – Aspiratif News

Jenis-jenis Keramat Para Wali Allah dalam Kajian Tasawuf
Views: 1821
Read Time:2 Minute, 34 Second

Kategori-jenis Keramat Para Wali Allah dalam Kajian Tasawuf – Aspiratif News

Allah SWT menutup pangkat kerasulan (risalah) dan kenabian (nubuwwah) pada Nabi Muhammad SAW. Allah tidak lagi menganugerahkan risalah dan kenabian untuk manusia sepeninggal Nabi Muhammad SAW. Tetapi Allah tidak menutup derajat kewalian (wilayah).


sesudah kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad SAW, tidak ada lagi nabi dan rasul utusan Allah. Hal ini Penting disebutkan mengingat adanya klaim-klaim orang-orang yang mendakwakan diri selaku nabi atau rasul-Nya.


Allah SWT membekali nabi dan rasul-Nya dengan mukjizat, yaitu sebuah kejadian di luar kebiasaan yang dapat mempertunjukkan kebenaran nabi dan rasul tersebut; dan tentu saja mempertunjukkan kekuasaan dan keesaan-Nya.


Tetapi Allah sampai sekarang masih menganugerahkan derajat kewalian untuk orang-orang yang Dia kehendaki sepeninggal Nabi Muhammad SAW. Dia mengangkat mereka selaku wali-Nya selaku bukti bagi orang hari ini atas kebenaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul-Nya.


Allah membekali para wali-Nya dengan karamatul auliya atau keramat para wali. Keramat Adalah kejadian di luar kebiasaan seseorang tanpa mendakwakan diri selaku nabi dan rasul.

READ  Keputusan Ijtima Ulama 4 yang Belum 'Move On' dari Pemilihan presiden 2019

Karamatul auliya yang Allah berikan dapat berbentuk ijabah doa, kemunculan makanan tanpa karena yang gamblang di waktu kerepotan, kemunculan air di waktu kehausan, kemudahan menempuh jarak tertentu dalam tempo singkat, keamanan dari intaian musuh, menguping suara petunjuk dari hatif (suara tanpa kehadiran orang yang mengatakannya), dan banyak lagi kejadian di luar kebiasaan sehari-hari yang tidak lazim. (Abul Qasim Al-Qusyairi, Ar-Risalatul Qusyairiyyah, [Kairo, Darus Salam: 2010 M/1431 H], halaman 191).


Keramat para wali Allah yang diangkat oleh Al-Qur’an di antaranya ialah keramat yang diberikan untuk Maryam yang mempunyai makanan di luar musimnya, keramat ashabul kahfi, keramat Khidhir (yang dinilai selaku wali, bukan nabi, oleh sebagian ulama).


Adapun keramat para wali Allah yang diangkat oleh hadits Nabi Muhammad SAW di antaranya ialah cerita Juraij, rahib di tengah Bani Israil, anak bayi yang dapat berbicara untuk ibunya terkait cita-citanya kelak, hadits 3 orang Bani Israil yang terperangkap dalam gua, sapi yang dapat berbicara untuk manusia, dan hadits Uwais Al-Qarni.

READ  4 Langkah Mengamankan Masjid dari Kubu Radikal


Seluruh ini ialah keramat para wali yang masyhur di warga. Adapun berikut ini ialah keramat para wali Allah yang lebih besar daripada “keajaiban-keajaiban” di luar kelaziman sebagaimana sudah disampaikan sebelumnya.

واعلم أنَّ من أجلّ الكرامات التي تكون للأولياء: دوام التوفيق للطاعات، والعصمة عن المعاصي والمخالفات


Artinya, “Ketahuilah, keramat paling mulia bagi para wali ialah selalu taufik Allah untuk berbuat patuh kepada-Nya dan perlindungan-Nya (atas wali-Nya) dari maksiat dan pelanggaran,” (Al-Qusyairi, 2010 M/1431 H: 192).


Dengan seperti ini, kita tidak cuma menjadikan kejadian di luar kelaziman seseorang selaku indentifikasi atas kewaliannya. Tetapi yang layak diperhitungkan selaku keramat para wali ialah taufik Allah pada seseorang yang membuatnya terus-menerus ibadah dalam arti yang luas untuk Allah dan perlindungan-Nya dari kemaksiatan.


Inilah ragam keramat para wali Allah yang mempertunjukkan kebenaran para nabi dan rasul utusan Allah dan juga mempertunjukkan kekuasaan serta keesaan-Nya.


Penulis: Alhafiz Kurniawan

Editor: Abdullah Alawi

READ  2400 Maha siswa Unwahas Semarang Deklarasi Tolak Radikalisme

Jenis-jenis Keramat Para Wali Allah dalam Kajian Tasawuf – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *