pengikut-ritual-bugil-kelompok-hakekok-di-pandeglang_169.jpeg

Kemenag Kirim Penyuluh Agama, Ungkap Aliran Hakekok Sudah Ada Sejak 2009

Diposting pada

Sekelompok warga yang dikenal sebagai pengikut “Hakekok Balakasuta” melakukan ritual telanjang yang viral di media sosial (medsos). Kementerian Agama (Kemenag) juga telah mengirimkan Penasihat Agama Islam (PAI) untuk menginstruksikan para pengikut aliran sesat ini.

“Bersama teman-teman konsultan lainnya kami berada di lokasi untuk melihat secara langsung seperti apa kondisinya,” kata penyuluh agama Ciegeulis, Kabupaten Pandeglang Mahli Yudin, dalam keterangan tertulis di situs Kementerian Agama, Sabtu (13/3/2021). .

Dijelaskannya, kegiatan ritual tersebut hanya dilakukan satu kali, dengan tujuan menyucikan diri dari segala dosa dan memperbaiki diri. Sekte tersebut mengadopsi ajaran Hakekok yang dibawa oleh almarhum Abah Edi dan dilanjutkan oleh Arya dengan ajaran Balaka Suta yang dipimpin oleh Abah Surya Leuweng Kolot.

“Ke depan, kami (para penasehat agama) juga akan melibatkan para pemuka agama setempat untuk memberikan pembinaan agama dan pendekatan budaya dan budaya kepada penganut aliran ini,” kata Mahli Yudin.

Sekte Hakekok, menurut Mahli, sudah lama muncul di Pandeglang, Banten. Aliran ini berkembang di sebuah pertapaan atau majelis dzikir di Desa Sekon, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang.

Baca Juga :  Rasakan Besarnya Ancaman, Biden Prioritaskan Keamanan Dalam Negeri AS

“Sekte Hakekok sudah ada sejak 2009, saat itu membuat warga tidak nyaman yang secara spontan membakar padepokan tempat sekte itu berada. Kami terus berusaha memantaunya agar tidak terulang kembali, “jelasnya.

Mahli Yudin mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan polisi, pemerintah kabupaten, dan tokoh agama untuk mengatasi masalah ini.

“Dan kami juga berkoordinasi dengan polisi, pemerintah kabupaten, tokoh agama dan lainnya, untuk memastikan tidak ada keresahan dan tindakan untuk mengambil hukum ke tangan mereka sendiri,” katanya.

Sebelumnya, polisi menangkap 16 warga Desa Karang Bolong, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang, Banten. Mereka ditangkap karena melakukan ritual yang dicurigai sebagai bagian dari aliran yang mereka sebut kelompok “Hakekok Balaksuta”.

Polisi juga menyita kondom dan berbagai benda yang digunakan sebagai jimat oleh kelompok “Hakekok”. Ada kemenyan keris yang biasa mereka pakai pada saat ritual mandi bersama di rawa.

“Iya betul. Kami menemukan beberapa barang saat dilakukan pemeriksaan keamanan, termasuk alat kontrasepsi,” kata Wakil Kapolsek Pandeglang Riky Crisma Wardana kepada detikcom, Jumat (3/12). [detik.com]

Baca Juga :  Kemenkes Perbaiki Data Vaksinasi Usai Diprotes Menkes Budi

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *