5d787c2bd9123.jpg

Kemendikbud Berikan Bonus Khusus bagi Guru Honorer di Atas 40 Tahun

Diposting pada

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan memberikan konfirmasi, berupa bonus nilai bagi guru berusia 40 tahun ke atas serta juga guru penyandang disabilitas dalam pemilihan guru untuk pegawai negeri kontrak kerja (PPPK) 2021.

Menurut situs resmi kemdikbud.go.id, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berusaha memikirkan bagaimana mendukung atau memberikan nilai tambah kepada guru, dengan memperhatikan pengalaman di dunia.

Tentunya tanpa harus mengurangi kompetensi minimal yang dipersyaratkan melalui ujian seleksi guru PPPK.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan percaya bahwa pengalaman tidak bisa diukur dengan tes, tetapi harus juga dievaluasi. Hal itu dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan usai berdiskusi dengan BPR Kementerian Pertanian.

Nadiem menjelaskan, setiap gelar yang diterima dari guru yang berusia di atas 40 tahun dan aktif dalam tiga tahun terakhir akan mendapatkan bonus skor kemahiran 75 poin (15% dari maksimal 500 poin).

Kedua, untuk peserta penyandang disabilitas, peserta akan mendapatkan bonus skor kecakapan teknis sebesar 50 poin (10% dari nilai maksimal 500 poin).

Baca Juga :  Rijikers Mati Syahid, Kata Siapa?

“Kebijakan afirmatif dilaksanakan tanpa mengorbankan keterampilan minimum yang dibutuhkan siswa. Kami melindungi siswa dengan memberi nilai tambah pada pengalaman guru ”, lanjut Mendikbud, memaparkan landasan filosofis dari kebijakan afirmatif ini.

Hal ini menganggap bahwa pengalaman guru dalam mengajar memiliki nilai yang tidak serta merta diukur melalui tes dan pengalaman guru dalam mengajar patut mendapatkan apresiasi.

Di sisi lain, kata dia, ada kabar gembira bagi calon guru yang sudah memiliki sertifikasi.

Dijelaskannya, tes seleksi guru PPPK terdiri dari beberapa komponen yaitu kompetensi teknis, kompetensi manajerial, kompetensi sosial budaya, dan komponen wawancara.

Oleh karena itu, lanjutnya, peserta yang sudah mendapatkan sertifikasi guru akan mendapat nilai tertinggi dalam tes kecakapan teknis.

Namun, mereka juga harus lulus nilai kelulusan untuk tes manajerial, sosiokultural dan wawancara.

Merujuk pada timeline seleksi guru ASN PPPK, peserta seleksi diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian sebanyak tiga kali. Kemungkinan pertama pada Agustus 2021, kemungkinan kedua pada Oktober 2021 dan kemungkinan ketiga pada Desember 2021.

Baca Juga :  Perang Yaman Sudah Berlangsung 2100 Hari, Ini Rincian Jumlah Korban dan Kerusakan

Namun, semua profesor honorer dapat mengikuti seleksi. Guru yang mengajar di area yang tidak terlatih dapat mendaftar di area lain. Guru yang telah lulus nilai kelulusan tahun ini tetapi belum menerima pelatihan dari pemerintah daerahnya dapat menggunakan skor hasil ujian tahun ini di tahun berikutnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan materi pembelajaran online untuk membantu persiapan ujian seleksi guru ASN PPPK.

256.795 guru mengakses situs Guru Belajar dan Berbagi dan 101.815 guru bergabung dalam forum diskusi.

Terkait kebijakan afirmatif dalam pemilihan guru ASN PPPK, ujian seleksi pertama hanya untuk guru honorer di sekolah negeri di masing-masing daerah.

Sedangkan ujian seleksi kedua dan ketiga terbuka untuk semua guru honorer dan lulusan program Pendidikan Profesi Guru (PPG). Selain itu, ada poin bonus untuk skor kelulusan.[kompas.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *