Connect with us

Bisnis

Kemenperin: Dunia Digital Kunci Tingkatkan Peluang IKM

Published

on

JAKARTA, ASPIRATIF.com – Direktur Industri Kecil Menengah, Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian Yedi Sabaryadi menyebut bahwa literasi digital menjadi kunci keberhasilan IKM dalam mencari peluang bisnis, terutama bagi sektor makanan dan minuman.

“Salah satu elemen kunci keberhasilan dalam memanfaatkan peluang adalah peningkatan literasi digital, ini sangat penting karena dapat meningkatkan kinerja bisnisnya,” kata Yedi di salah satu ajang penghargaan di Jakarta, Jumat.

Yedi mengatakan di era globalisasi saat ini, kemampuan adaptasi dalam digitalisasi dapat membuat IKM cerdik membaca peluang, tren, hingga kebutuhan pasar, tidak hanya dalam negeri, namun, hingga ke taraf global. Pemasaran produk IKM kini menjadi semakin mudah dan luas, salah satunya dengan melalui platform lokapasar.

Platform itu, Yedi menjelaskan, perlu dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh IKM lokal mengingat pengguna aktif internet Indonesia pada tahun 2022 mencapai hampir 210,6 juta orang, dan nilai transaksi uang elektronik menurut data Bank Indonesia pada tahun 2022 melejit hingga Rp399,6 triliun.

Advertisement

“Angka ini tumbuh sebesar 30,84 persen dibanding tahun 2021, dan diproyeksikan akan terus meningkat hingga Rp495,2 triliun pada tahun 2023 di mana paling banyak digunakan masyarakat untuk berbelanja daring,” kata Yedi menambahkan.

Yedi mengatakan transformasi digital IKM, utamanya sektor makanan dan minuman, dapat berujung pada pertumbuhan ekonomi negara. Selama ini sektor tersebut menjadi tulang punggung Indonesia.

Pada triwulan pertama tahun 2023, sektor industri makanan dan minuman menyumbang hampir 38,61 persen dari nilai Produk Domestik Bruto (PDB), atau sekitar 6,47 persen dari total PDB nasional. Dari nilai tersebut, sebagian merupakan kontribusi IKM makanan dan minuman, yang berjumlah sekitar 1,66 juta unit usaha.

See also  Bawaslu Akan Luncurkan Lima Indeks Kerawanan Pemilu

“Transformasi digital ini juga membantu Indonesia mencapai misi sebagai negara ekonomi terbesar kelima di dunia pada tahun 2045,” ujar Yedi.

Source: antaranews

Advertisement

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *