Kementan-IDI Kolaborasi Pemeriksaan Eucalyptus – Aspiratif News

Views: 1999
Read Time:3 Minute, 45 Second

Kementan-IDI Kolaborasi Pemeriksaan Eucalyptus – Aspiratif News

BADAN Pemeriksaan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian (Balitbangtan Kementan) menjalin kerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Masalah kolaborasi pemeriksaan lanjutan tanaman obat sebagai kandidat antivirus dan obat. Kerja sama yang dituangkan dalam penandatanganan memorandum of understanding (MoU) itu Ialah usaha Kementan mencari jalan penyelesaian untuk menangani penyebaran virus korona baru (covid-19).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo merilis kerja sama ini menandakan hasil pemeriksaan Litbang Kementan akan dilanjutkan IDI untuk Dilakukan uji klinis dan riset-riset lainnya sesuai dengan prosedur yang ada.

Melalui Balitbangtan, Kementan melakukan pemeriksaan dan pengembangan awal untuk melahirkan varian dari produk eucalyptus sebagai respon ke kondisi bergelutnya masarakat dengan wabah covid-19. “Sudah 5 bulan negara kita diliputi intimidasi akibat keberadaan virus. Karena itu, kami tidak diam, apa pun akan kami lakukan untuk bangsa dan negara,” ujar Syahrul waktu menyaksikan penanda-

tanganan kerja sama tersebut di Kantor Kementan, Jakarta, Rabu (8/7).

READ  Disangka Kibarkan Bendera HTI di Perumahan, Polres Gresik Periksa 10 Orang

Syahrul Menegaskan pihaknya mempunyai balai pemeriksaan yang menangani komoditas tanaman obat. Kementan juga mempunyai Balai Besar Pascapanen. Kecuali itu, Kementan juga mempunyai Balai Besar Veteriner yang mempunyai Fasilitas laboratorium memedai untuk meneliti virus. Fasilitas ini dapat dipakai IDI untuk mengembangkan riset dan uji klinis. “Kami mempunyai 300-an profesor dan peneliti berkompeten, bahkan kami pernah berkontribusi dalam penanganan wabah flu burung. Tidak ada argumentasi untuk kami tidak membantu negara,” katanya.

Untuk itu, Syahrul berharap kerja sama ini dapat mempercepat pemeriksaan tanaman eucalyptus agar dapat dipakai masarakat dan membantu negara dalam menanggulangi pandemi covid-19. Sekretaris Badan Litbang Pertanian Haris Sihabudin menambahkan ada 4 varian produk eucalyptus yang dikembangkan Balitbangtan. “Ada 4 varian produk yang telah didaftarkan sebagai paten di Kemenkum dan HAM. Keempatnya ialah formula aromatik antivirus, inhaler, serbuk, dan minyak atsiri eucalyptus,” papar Haris.

Dia memerinci formula aromatik antivirus berbasis minyak eucalyptus dengan nomor registrasi paten P00202003578, ramuan inhaler antivirus berbasis eucalyptus dan proses pembuatannya dengan nomor registrasi paten P00202003574, ramuan serbuk nanoenkapsulat antivirus berbasis eucalyptus dengan nomor registrasi paten P00202003580, dan minyak atsiri eucalyptus citridora sebagai antivirus ke virus avian influenza subtipe H5N1, gammacorona virus, dan betacoronavirus.

READ  Mbah Ndero, Seorang Sayyid Pendatang di Desa Tedunan Jepara

Kurangi impor

Ketum Pengurus Besar IDI Daeng M Faqih menyokong pemeriksaan dan pengembangan tanaman eucalyptus yang Dilakukan para peneliti Kementan. “Kawan-kawan peneliti dari Kementan sudah melakukan pemeriksaan awal dan hasilnya mempertunjukkan baik. Jikalau mau dipakai untuk pengobatan untuk manusia dari hasil penelitiannya wajib dilanjutkan. Ini yang dikerjasamakan, kami akan support” ujar Daeng di sela penandatangan nota kesepahaman tersebut.

Daeng juga menilai pemeriksaan Balitbang Kementan pada tanaman eucalyptus dapat mengurangi ketergantungan impor pada bahan obat. Karena itu, ia menilai kerja sama ini akan menciptakan terobosan yang memberikan harapan dan dorongan ke Indonesia dalam memerangi wabah virus. “Temuan kandungan pada tanaman eucalyptus oleh Balitbangtan Kementan menyadarkan kita bahwa kita kurang

mempergunakan produk dalam negeri yang kita olah sendiri,” katanya.

Daeng berharap tanaman obat yang ada di Indonesia dapat dibudidayakan untuk pemeriksaan dan riset lebih mendalam serta memastikan kesehatan masarakat agar tidak melulu Mengandalkan pada bahan impor. (S3-25)


Kementan-IDI Kolaborasi Pemeriksaan Eucalyptus – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *