Kementerian-Kehakiman-AS-Perusuh-di-Gedung-Capitol-Dapat-Didakwa-UU.jpg

Kementerian Kehakiman AS: Perusuh di Gedung Capitol Dapat Didakwa UU Pemberontakan

Diposting pada

Kementerian Kehakiman AS: Perusuh di Gedung Capitol Dapat Didakwa UU Pemberontakan

Washington, Warta Batavia—Pengacara sementara Kementerian Kehakiman AS Michael Sherwin menyatakan bahwa lebih dari 90 orang yang ditangkap sehubungan dengan penyerbuan gedung Capitol mungkin dapat dijatuhi dakwaan kerusuhan, pemberontakan, dan penghasutan.

Menurut Sherwin pada Kamis (7/1), Kementerian Kehakiman telah menuntut 40 kasus di Pengadilan Tinggi DC, dan akan menjatuhkan tuntutan bagi 15 orang lagi di kemudian hari.

Tuntntan yang dijatuhkan sejauh ini termasuk “akses tidak sah dan pencurian properti”. Namun, Sherwin mengatakan ada kemungkinan terbuka untuk menjatuhkan tuntutan dengan UU penghasutan atau pemberontakan.

Dalam sebuah wawancara, Sherwin mengakui ada “masalah keamanan nasional” dalam kasus kerusuhan di Capitol. Pihaknya pun akan memeriksa apakah ada petugas keamanan Capitol yang diduga mengizinkan para demonstran masuk.

Pada hari yang sama, Jaksa Agung Jeffrey Rosen menyebut kasus penyerbuan Capitol sebagai “serangan terhadap Pemerintah kita dan supremasi hukum” dan berjanji semua orang yang terlibat akan “menghadapi konsekuensi penuh dari tindakan mereka.”

Baca Juga :  Innalillah! Ribuan Kotak Amal Terindikiasi untuk Penggalangan Dana Kelompok Radikal dan Teroris

Ratusan pendukung Presiden Donald Trump menerobos gedung Capitol dalam sesi pengesahan hasil pilpres AS oleh anggota Kongres. Di tengah kericuhan dengan petugas keamanan, seorang demonstran ditembak dan terbunuh. Tiga orang lagi meninggal karena “keadaan darurat medis” saat berada di halaman Capitol. Di saan yang sama, para anggota Kongres dievakuasi ke Fort McNair dan kembali di malam hari untuk menyelesaikan sesi pengesahan hasil pilpres yang memenangkan Joe Biden. (ra/rt)

Kementerian Kehakiman AS: Perusuh di Gedung Capitol Dapat Didakwa UU Pemberontakan

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *