kemnaker-mulai-terapkan-dua-reformasi-untuk-asn-apa-itu-NRE8cg14jp.jpg

Kemnaker Mulai Terapkan Dua Reformasi untuk ASN, Apa Itu?

Diposting pada

Salah satu tujuan masa jabatan kedua Presiden Joko Widodo adalah pengembangan sumber daya manusia. Untuk mendukung tujuan kerja pemerintah tersebut, Kementerian Tenaga Kerja telah melaksanakan 2 reformasi, yaitu reformasi birokrasi dan reformasi BLK.

Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja Anwar Sanusi mengatakan, reformasi birokrasi dilakukan dengan penataan organisasi. Ini dilakukan dengan mengubah serangkaian posisi struktural menjadi posisi fungsional. Baik di kantor pusat maupun UPTP di daerah.

“Ini cara untuk mendorong mereka menjadi profesional,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Tenaga Kerja di Jakarta, Minggu (14/3/2021).

Dengan reformasi birokrasi ini, Kementerian Tenaga Kerja lebih fokus dalam mengelola dan mempromosikan sumber daya manusia ASN Tenaga Kerja yang kompeten dan profesional, baik untuk Kementerian Tenaga Kerja, kementerian / lembaga lain, maupun untuk pemerintah daerah.

Empat jabatan fungsional yang dipimpin oleh Kementerian Ketenagakerjaan adalah instruktur, pengawas ketenagakerjaan, mediator dan asisten kerja. Keempat jabatan fungsional tersebut merupakan jabatan sumber daya manusia yang dibutuhkan dunia ketenagakerjaan.

“Ini jabatan fungsional yang sangat dibutuhkan bagi ketenagakerjaan. Jadi tidak hanya di kementerian saja tenaga profesional ini ditemukan, tapi juga di kementerian lain, instansi pemerintah lainnya, termasuk pemerintah daerah,” kata Sekjen Anwar.

Baca Juga :  Investigasi Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182, Ini Data yang Dikantongi KNKT

Dengan reformasi birokrasi ini, Sekjen Anwar berharap ASN Kemnaker khususnya CPNS yang baru bergabung dengan Kementerian Ketenagakerjaan dapat bekerja lebih keras, secara kreatif dan inovatif dengan menjadikan kinerja sebagai tujuan kerja.

“Karena kalau berhasil terserah kita mau rajin atau tidak. Kalau kita tidak rajin dari masuk sampai tuntas ya akan terus eksis,” ucapnya.

Sedangkan reformasi BLK bertujuan menjadikan pelatihan vokasi melalui BLK sebagai ikon Kementerian Ketenagakerjaan. Dalam hal ini, Kementerian Tenaga Kerja melaksanakan 6R, yaitu reformasi kelembagaan, perancangan ulang substansi pelatihan, revolusi sumber daya manusia, revitalisasi sarana dan prasarana, rebranding BLK dan relasi.

“Saya ingin kita lebih bangga, bahkan lebih bahagia, bisa bekerja di tempat ini. Sehingga kami bisa memberikan yang terbaik untuk BLK, khususnya Kementerian Tenaga Kerja, ”ucapnya.[okezone.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *