Kenapa-Erdogan-Mengontrol-Media-Sosial-di-Turki.png

Kenapa Erdogan Mengontrol Media Sosial di Turki ?

Diposting pada

Keluarganya Dihina, Erdogan Marah Buat Media Sosial di Turki Saat ini dalam Pengontrolan

Ankara – Parlemen Turki akhirnya mengesahkan RUU kontroversial yang akan menjadikakan pemerintah berwenang menjalankan kontrol atas media sosial. RUU ini disahkan di Turki berawal dari kemarahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan waktu keluargannya dihina.

Seperti dikutip AFP, Rabu (29/7/2020) kantor berita legal Turki, Anadolu memberitahukan bahwa di bawah undang-undang baru ini, raksasa media sosial seperti Facebook dan Twitter mesti memastikan mereka mempunyai perwakilan lokal di Turki.

Perusahaan media sosial juga mesti mentaati perintah pengadilan Turki atas penghapusan konten tertentu atau akan berhadapan dengan denda berat.

Undang-undang itu akan mempengaruhi jaringan sosial dengan lebih dari 1 juta Lawatan unik tiap-tiap hari dan mengusulkan server dengan data user Turki mesti disimpan di Turki.

RUU kontroversial ini diusulkan oleh Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dan mitra nasionalisnya, Partai Gerakan Nasionalis (MHP), yang mempunyai kebanyakan di parlemen, dan disahkan sesudah perdebatan diawali semenjak hari Selasa (28/7) dan berlangsung sampai hari Rabu (29/7).

Baca Juga :  Sang ‘Captain America’ Salah 1 dari 20 Veteran Perang yang Bunuh Diri

Para kritikus bersuara. Mereka mengkritik pengesahan RUU kontroversial ini.

“Kenapa sekarang?” Tanya Yaman Akdeniz, profesor di Universitas Bilgi Istanbul yang juga ahli hak siber. “Sementara platform media cetak dan siaran telah di bawah kendali pemerintah, media sosial relatif bebas,” cetusnya.

Dia menyebut bahwa media sosial sudah jadi ruang kebebasan berekspresi yang efektif.

“Media sosial sudah jadi bagian dari sedikit ruang untuk berekspresi bebas dan efektif di Turki,” katanya untuk AFP.

Sementara itu, Human Rights Watch mengumumkan keprihatinannya bahwa undang-undang itu akan memungkinkan pemerintah mengontrol media sosial, menghapus konten sesuka hati, dan secara sewenang-wenang menargetkan user individu.

“Media sosial ialah garis hidup bagi banyak orang yang menggunakannya untuk mengakses berita, jadi undang-undang ini menandakan era gelap baru sensor online,” kata Tom Porteous, wakil direktur program di Human Rights Watch dalam pernyataannya.

RUU Disahkan di Turki Berawal dari Kemarahan Erdogan

RUU ini muncul sesudah kemarahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan waktu keluarganya dihina di medsos.

Baca Juga :  Di Uganda, Bentrokan Dahsyat Pecah Dipicu Penangkapan Capres

Seperti dikutip dari media euronews, awal bulan ini, Erdogan menjelaskan bahwa pemerintahnya bertekad untuk memperkenalkan undang-undang yang akan memaksa perusahaan media sosial untuk membikin kehadiran hukum di Turki.

Persyaratan itu artinya perusahaan media sosial dapat dimintai pertanggungjawaban finansial dan dipaksa untuk mentaati keputusan pengadilan Turki.

“Amat penting bahwa saluran-saluran ini dikendalikan,” kata Erdogan untuk para member partai dalam pidato yang disiarkan televisi dari ibu kota, Ankara.

Penghinaan itu diarahkan di media sosial kepada putri dan menantu Erdogan – Menteri Keuangan – tatkala pasangan itu merilis kelahiran anak ke-4 mereka di Twitter.

Menteri Dalam Negeri Turki, Suleyman Soylu menjelaskan sejumlah “syetan” sudah ditahan terkait penghinaan itu.

Waktu itu, banyak orang Turki menyokong Famili presiden dan mengutuk penghinaan itu, termasuk politisi oposisi.

Akan tetapi yang lain mengumumkan keprihatinan atas ancaman Erdogan kepada perusahaan media sosial. Tagar #SosyalMedyamaDOKUNMA (#DontTouchMySocialNetworks) jadi tren teratas di Turki waktu itu. (raa/aspiratif)

Kenapa Erdogan Mengontrol Media Sosial di Turki ?

Kenapa Erdogan Mengontrol Media Sosial di Turki ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *