Penduduk-Dunia-Akan-Menyusut-Drastis-pada-Tahun-2100.jpg

Kenapa Warga Dunia Akan Menyusut Drastis pada Tahun 2100 ?

Diposting pada

Diperkirakan pada Tahun 2100 warga dunia akan menyusut drastis. hal ini terjadi sebab pada 2100 sebanyak 183 dari 195 negara di dunia diprediksi tidak mempunyai angka kelahiran yang cukup untuk mempertahankan hitungan total penduduknya waktu ini.

NEW YORK – Warga dunia diperkirakan akan menyusut drastis jadi 8,8 miliar jiwa saja pada 2100. Waktu ini hitungan total warga sudah mencapai 7,8 miliar jiwa dan pada 2064 diperkirakan sudah menembus sampai 9,7 miliar jiwa. Penurunan itu malah terjadi kala akses pendidikan dan pekerjaan masyarakat dunia makin meningkat. Faktor lain yang memengaruhi penurunan ini ialah tingginya pemanfaatan alat kontrasepsi oleh wanita.

Pada 2100 sebanyak 183 dari 195 negara di dunia diprediksi tidak mempunyai angka kelahiran yang cukup untuk mempertahankan hitungan total warga waktu ini. Institute for Health Metricsand Evaluatian dari University of Washington School of Medicine memproyeksikan angka kelahiran cuma kisaran 2,1 bayi per wanita.

Baca juga : Negara Paling Aman di Dunia, Qatar Juara Enam Tahun Berturut-turut

Sebagian negara juga akan mengalami penurunan signifikan. Kisaran 23 negara, termasuk Jepang, Thailand, Italia, dan Spanyol, diprediksi mengalami penurunan warga lebih dari 50% dibandingkan populasi waktu ini. Tapi, warga negeri sub-Sahara Afrika diperkirakan mengalami penambahan hitungan total warga sebanyak 3 kali lipat. Bahkan, hitungan total warga Afrika dapat mencapai separuh dari warga dunia pada 2100.

Berdasar hasil studi yang dipublikasikan di The Lancet itu, hitungan total usia buruh akan meluncur turun secara dramatis di beberapa negara, termasuk India dan China. Alhasil, pertumbuhan ekonomi di negara tersebut tidak akan sesubur sekarang. Kecuali itu, sistem sosial dan pekerja akan terdampak buruk.

Penyusutan warga tercepat terjadi di Asia dan Eropa

walaupun angka kelahiran meluncur turun, para peneliti menjelaskan sistem imigrasi kemungkinan dapat menambal penyusutan warga disuatu negara seperti Amerika Serikat (AS), Australia, dan Kanada. Pintu imigrasi kemungkinan akan dibuka untuk meminimalisasi terjadinya gangguan di dalam rantai ekonomi negara.

“Semenjak 1960-an, dunia amat fokus pada pemulihan warga sesudah banyak yang meninggal akibat perang besar,” kata Dr Christopher Murray, komandan pemeriksaan tersebut.

Baca juga : Janji Setia Jinpinng-Putin, Rusia Akan Hajar Amerika Kalau Nekat Serang China

Berdasar data Global Burden of Disease Study pada 2017, para peneliti Memperkirakan wilayah yang akan mengalami penyusutan tercepat terjadi di Asia dan Eropa, kecuali Eropa Barat. Mereka memproyeksikan warga Jepang akan berkurang dari 128 juta jiwa pada 2017 jadi 60 juta jiwa pada 2100.

Di samping Jepang, Thailand juga diprediksi mengalami penyusutan dari 71 juta jiwa jadi 35 juta jiwa, Spanyol dari 46 juta jiwa jadi 23 juta jiwa, Italia dari 61 juta jiwa jadi 31 juta jiwa, Portugal dari 11 juta jiwa jadi 5 juta jiwa, dan Korea Selatan (Korsel) dari 53 juta jiwa jadi 27 juta jiwa.

China akan mengalami penurunan hitungan total warga sebesar 50%

Sebanyak 34 negara lainnya juga diprediksi mengalami penyusutan warga, tidak terkecuali China yang akan mengalami penurunan sebesar 50%. Menurut Murray, selain hitungan total warga menyusut, sebagian besar negara akan diisi orang tua sehingga dampak kepada ekonomi tidak akan dapat dielakkan.

“Akan ada lebih banyak orang yang memerlukan dukungan dari program pemerintah, baik keamanan sosial ataupun asuransi kesehatan, dan akan ada lebih sedikit orang yang membayar pajak,” tambahnya.

Baca juga : Kemungkinan Besar Putin – Xi Jinping Rebut Kepemimpinan Dunia

Para peneliti sebelumnya juga menjelaskan hitungan total warga di sub-Sahara Afrika akan meluber 3 kali lipat pada akhir abad ini, ialah dari 1,03 miliar jiwa pada 2017 jadi 3,07 miliar pada 2100. Afrika Utara dan Timur Tengah jadi wilayah lain yang diprediksi mengalami kenaikan hitungan total warga dari 600 juta jiwa jadi 978 juta jiwa.

“Sebab angka kelahiran yang masih tinggi, Afrika akan terus mengalami kenaikan, bahkan dalam jangka panjang,” ucap Murray.

“Hitungan total warga Afrika akan mencapai titik amat tinggi pada akhir Abad 21. Afrika bahkanakan menyumbangkan separuh dari total warga dunia.”

Hasil studi juga Memperkirakan Pergantian besar dalam struktur kemasyarakatan dunia. Pada 2100 hitungan total orang berumur di atas 80 tahun akan lebih banyak dibandingkan usia di bawah 5 tahun. Hitungan total warga dunia berumur 65 tahun diperkirakan mencapai 2,37 miliar pada 2100, lebih banyak dibandingkan usia di bawah 20 tahun yang mencapai 1,7 miliar.

Baca juga : Rusia Kirim Senjata Berat ke Suriah, SAA Siapkan Operasi Besar di Idlib

Hitungan total warga dunia berumur di atas 80 tahun juga diprediksi naik enam kali lipat dari 141 juta jadi 866 juta. Sebaliknya, hitungan total anak berumur di bawah 5 tahun akan meluncur turun lebih dari 40% dari 681 juta jadi 401 juta pada 2100.

Para peneliti menjelaskan penyusutan ini tidak terlepas dari banyaknya kaum wanita yang bersekolah, bekerja, dan mempergunakan alat kontrasepsi. Pergantian hitungan total dan struktur warga di negara besar kemungkinan akan menciptakan pergantian posisi selaku power dunia.

“Semuanya telah diawali. Ini bukanlah sesuatu yang akan terjadi dalam waktu tak lama. China bahkan waktu ini tengah mengalami penyusutan hitungan total warga,” kata Murrsy. (ar/aspratif)

Kenapa Warga Dunia Akan Menyusut Drastis pada Tahun 2100 ?

Kenapa Warga Dunia Akan Menyusut Drastis pada Tahun 2100 ?

Baca Juga :  Perang Suriah Teranyar: Prajurit Suriah Bersiap Hadapi Serbuan Baru ISIS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *