Kepala Daerah kena OTT, KPK Ajak Masyarakat Pilih Pemimpin Bersih – Aspiratif News

Views: 21
Read Time:3 Minute, 44 Second

Kepala Daerah kena OTT, KPK Ajak Masyarakat Pilih Pemimpin Bersih – Aspiratif News

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak penduduk mengambil pelajaran dari Perkara korupsi Bupati Kutai Timur Ismunandar terjaring operasi tangkap tangan (OTT) bersama-sama enam orang lain. 

Pilkada serentak yang akan berlangsung Desember tahun sekarang jadi Kesempatan publik untuk memilih kepala daerah yang bersih.

“Masyarakat selaku pemilik hak pemilih dapat mengambil pelajaran bagaimana menentukan calon pemimpin yang pas dan bagaimana calon kepala daerah untuk jadi pemimpin yang terhindar dari korupsi,” papar Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar untuk Media Indonesia, Minggu (5/7).

menurut dia, KPK meminta untuk penduduk supaya dalam saban Peluang Baik pilkada dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Caranya dengan menentukan pilihan ke kandidat yang mempunyai rekam jejak bersih.

Dengan begitu, kata dia, penduduk tidak akan menyesal selama 5 tahun ke depan karena pilihannya tidak dicokok oleh aparat penegak hukum. Masalah korupsi Bupati Kutai Timur Ismunandar di tengah pandemi yang tidak mencerminkan sense of crisis dapat menambah hal-hal memberatkan.

READ  Menristekdikti: Kampus Terpapar Narkoba Akan Kita Bersihkan - Warta Batavia

“Tapi tentunya ini tentu nanti tugas jaksa apakah hal-hal itu dimasukkan ke hal yang memberatkan atau tidak. walaupun begitu hakim juga dapat saja tidak mengambil apa yang jadi pertimbangan jaksa,” pungkasnya.

Baca juga: Korupsi Bupati Kutai Timur Lewat Nepotisme

Sebagaimana dimaklumi, KPK telah meringkus tujuh tersangka buntut OTT Perkara Sangkaan sogok yang menjerat Bupati Kutai Timur Ismunandar. Terakhir, tim KPK membawa 1 tersangka lagi ke Jakarta, ialah pihak swasta bernama Deky Aryanto selaku rekanan Dinas Pendidikan Kutai Timur.

“DA (Deky Aryanto) dibawa ke Jakarta dan telah tiba di Kantor KPK untuk proses lebih detail. Waktu ini tersangka DA tengah menjalani pemeriksaan. setelah selesai pemeriksaan, DA rencananya cepat diba-wa ke rutan di Polres Jakarta Pusat dan menjalani isolasi mandiri lebih dahulu untuk memenuhi protokol kesehatan covid-19,” kata pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Dalam Perkara itu, KPK menetapkan tujuh tersangka. Mereka ialah Bupati Kutai Timur Ismunandar, Ketua DPRD Kutai Timur Encek Unguria yang juga istri Ismunandar, Kepala Badan Pendapatan Daerah Musyaffa, Kepala BPKAD Kutai Timur Suriansyah, dan Kepala Dinas PU Kutai Timur Aswandini.

READ  Hanum Rais yang Menyebut Penusukan Wiranto Settingan Diadukan ke Polisi

2 orang yang ditetapkan tersangka pemberi sogok ialah pihak kontraktor Aditya Maharani dan pihak swasta Deky Aryanto.Komisi antirasuah menduga ada penerimaan hadiah atau janji untuk Bupati terkait pekerjaan infrastruktur di lingkungan Pemkab Kutai Timur 2019-2020.

Dari hasil tangkap tangan itu, KPK menemukan uang tunai sebesar Rp170 juta, beberapa buku tabungan dengan total saldo Rp4,8 miliar, dan sertifikat deposito sebesar Rp1,2 miliar. Dalam OTT, Kamis (2/7) malam, tim KPK bergerak di 2 tempat, ialah Jakarta dan Kutai Timur.

Bupati serta istrinya, Musyaffa, dan Aswandini ditangkap di Jakarta dalam rangka ikut datang sosialisasi pencalonan kembali Ismunandar pada pilkada yang akan Hadir. Tim komisi memperoleh informasi adanya pemanfaatan uang yang Disangka dikumpulkan dari para rekanan yang mengerjakan proyek di Pemkab Kutai Timur.

Menurut Deputi Penindakan KPK Karyoto, tim komisi tetap menghitung Sangkaan penerimaan uang oleh bupati dan motif pemanfaatan uang. (A-2)


Kepala Daerah kena OTT, Komisi Pemberantasan Korupsi Ajak Warga Pilih Pemimpin Bersih – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *