5fc6452aa316e.jpg

Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Diposting pada

Massa yang berujuk rasa di depan rumah  Mahfud MD, Kelurahan Bugih, Pamekasan, Selasa (1/12/2020), disebut menyerukan ancaman.

Keponakan Mahfud MD, Syaiful Hidayat menyebut, massa mengancam akan membakar rumah Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) itu jika Rizieq Shihab dipenjara.

Saat unjuk rasa terjadi, kata Syaiful Hidayat, di dalam rumah ada ibu Mahfud MD, Khadidjah, ibu kandung Syaiful Hidayat, perawat dan seorang pembantu.

Keempat orang itu mengaku ketakutan karena massa di luar pagar terdengar beringas.

“Penghuni rumah ketakutan. Massa beringas. Mereka mengancam akan membakar rumah jika Rizieq Shihab dipenjara,” kata pria yang akrab disapa Yayak itu, saat dihubungi, Selasa (1/12/2020).

Massa yang aksi ke rumah Mahfud MD, kata Yayak, merupakan massa yang sebelumnya berunjuk rasa ke Polres Pamekasan, yang meminta agar polisi tidak menangkap Rizieq Shihab.

Dalam perjalanan pulang, mereka melanjutkan unjuk rasa ke rumah Mahfud MD.

Mereka marah dan merasa tersinggung atas beberapa pernyataan Mahfud MD tentang Rizieq Shihab.

Baca Juga :  Nelayan Melihat Pesawat Jatuh Saat Hujan Deras di Sekitar Lokasi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

“Mereka mungkin marah ke Mahfud MD. Tapi, yang mereka demo salah sasaran, karena di dalam rumah itu orangtua semua,” ujar Yayak.

Khadidjah langsung dievakuasi ke rumah anak-anaknya yang lain untuk mencegah adanya ancaman yang lebih serius lagi.

Mahfud MD langsung menghubungi Syaiful Hidayat agar ibunya segera diamankan.

“Setelah Mahfud MD telepon, kami para keponakan dan saudara Mahfud MD musyawarah mau ditempatkan di mana yang aman,” ujar Syaiful Hidayat.

Beberapa alternatif tempat tinggal sementara ibu Mahfud MD di antaranya di rumah Yayak di Pamekasan, di rumah asal Mahfud MD di wilayah Kecamatan Pegantenan, atau di Surabaya.

Namun, sampai sekarang masih belum diputuskan.

“Yang penting saat ini ibunda Mahfud MD diselamatkan dulu karena trauma,” imbuh pria yang bekerja sebagai dokter spesialis penyakit dalam ini. [kompas.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *