keputusan-polisi-tembak-teroris-di-mabes-polri-dinilai-tepat-ddi28129.jpg

Keputusan Polisi Tembak Teroris di Mabes Polri Dinilai Tepat

Diposting pada

Keputusan aparat kepolisian untuk menembak mati teroris di Mabes Polri sudah tepat. Pakar hukum pidana Universitas Indonesia Indriyanto Seno Adji menjelaskan, prosedur permanen (protap) benda-benda vital, termasuk Mabes Polri, jika diyakini membahayakan keamanan, tidak memerlukan alarm kebakaran. tembakan.

“Tapi pukulan fatal (ditembak mati). Ini universal. Tindakan ini bisa dibenarkan secara hukum,” kata Indriyanto Seno Adji kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

Indriyanto menilai elemen vital harus diberi pengamanan yang lebih besar. Tindakan yang ditentukan berdasarkan coup de grace adalah peringatan keras bagi teroris dan memberikan rasa aman kepada publik.

“Ini sinyal bahwa teroris adalah musuh masyarakat yang tindakannya merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Indriyanto.

Hal senada dikatakan pengacara Petrus Celestine. Teroris di Mabes Polri sangat berbahaya bagi keamanan karena mereka mengarahkan senjatanya ke arah polisi. “Keputusan polisi untuk menembak mati itu benar,” kata Petrus.

Petrus menjelaskan bahwa hukum polisi memberdayakan polisi sehingga dalam kondisi tertentu polisi dapat bertindak sesuai penilaiannya sendiri. Petrus yakin polisi mempertimbangkan berbagai aspek sebelum penembakan teroris.

Baca Juga :   Iran Ungkap Drone Besar Baru Buatannya, Berjarak Tempuh 3.000 Kilometer

“Ia juga memenuhi unsur tindak pidana terorisme, antara lain tindak kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan ketakutan meluas dan bisa menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi,” kata Petrus.

Menurut dia, pelaku teror lainnya tidak memperhitungkan aksi pembunuhan teroris di Mabes Polri sebagai peringatan atau tidak. Karena serangan kemarin di markas polisi dikaitkan dengan perjuangan ideologis dengan iming-iming surga.

“Ada dua tujuan para pelaku di lapangan. Pertama, tindakannya pasti memiliki efek yang menakutkan dan mengejutkan. Kedua, dia harus mati seketika karena akan masuk surga,” kata Petrus.

Menyongsong Paskah, Ramadhan, dan Idul Fitri yang akan datang, Petrus juga mendorong peningkatan keamanan fasilitas umum dan elemen vital. “Di masa kritis ini, kewaspadaan dan kesiapsiagaan bangsa harus ditingkatkan,” kata Petrus.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengklaim teroris yang menyerang Mabes Polri berinisial ZA, perempuan berusia 25 tahun.

“Yang bersangkutan adalah tersangka serigala tunggal atau penulis ideologi radikal ISIS. Posting media sosial yang relevan membuktikannya,” kata Listyo. [sindonews.com]

Baca Juga :  Israel Lancarkan Serangan Sengit ke Libanon Selatan dan Suriah

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *