Keputusan strategi Tak sama 2 Menteri Terkait Ekspor Benih Lobster – Aspiratif News

Kebijakan Berbeda Dua Menteri Terkait Ekspor Benih Lobster
Views: 1336
Read Time:2 Minute, 22 Second

Keputusan strategi Tak sama 2 Menteri Terkait Ekspor Benih Lobster – Aspiratif News

Jakarta, Aspiratif News

Lembaga Bahtsul Masail PBNU menggelar bahtsul masail bertema “Telaah Keputusan strategi Ekspor Benih Lobster” yang dihelat melalui Zoom Meeting, Kamis (23/7). Dalam Peluang tersebut dipaparkan 2 keputusan strategi yang tak sama mengenai hal lobster yang dijelaskan oleh Staf Spesial Menteri Kelautan dan Perikanan, Tebe Ardi Januar dan Menteri Kelautan dan Perikanan  (KKP) periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti.


Sebagaimana dimaklumi, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan  (KKP) legal  membuka  kembali keran  ekspor  benih  lobster.  Dibukanya kembali keran ekspor benih lobster ini tercantum dalam Peraturan Menteri KKP Nomor  12/Permen-KP/2020  mengenai hal  Pengelolaan Lobster  (Panulirus  spp),  Kepiting (Scylla spp), dan Rajungan (Portunus spp) di Wilayah Negara Republik Indonesia.


Tebe Ardi Januar mengumumkan, lahirnya Permen ini dilatarbelakangi oleh keluh kesah para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari benih bening lobster (BBL) untuk menjalankan roda ekonominya.

READ  Gus Masduk Ketagihan Ngaji Gambut bareng Warga Hapalah, Kalsel - Aspiratif News


“Waktu pak Edhy Prabowo dipilih jadi Mentri KKP tugas Inti yang diamanatkan pak Presiden ialah membangun komunikasi untuk stakeholder kelautan dan perikanan salah satunya nelayan. Lantas dari kunjungannya di bermacam pelosok Indonesia banyak nelayan yang menyuarakan agar Permen No. 56 tahun 2016 terkait lobster untuk dicabut”, kata Tebe Ardi Januar.


menurutnya, dengan adanya Permen  mengenai hal  larangan  ekspor benih lobster ini, ekonomi nelayan yang menggantungkan hidup dari lobster anjlok bahkan lumpuh. Bukan cuma itu, gejolak sosial pun terjadi seperti perusakan Polsek Bayah di Pandeglang sebab ada penangkapan nelayan BBL, dan Perkara sama terjadi di Polsek Cisolok Sukabumi, serta bentrok berdarah di NTB. Kecuali itu, terjadi juga penyelundupan besar-besaran BBL yang menyebabkan kebangkrutan berdasar data dari Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) yang mencapai 1 triliun.


“Jadi tidak serta merta langsung mencabut Permen No. 56 Tahun 2016 lalu merilis Permen No.12 Tahun 2020, akan tetapi ada prosesnya. Kecuali ada tim internal juga ada tim eksternal bernama KP2 yang diketuai oleh Guru Besar Perikanan dan Kelautan IPB Prof. Efendi Ghazali yang melaksanakan kajian berbulan-bulan, serta melaksanakan studi banding ke Australia,” tambahnya.

READ  Respon untuk Eks HTI Fahmi Amhar yang Heran dengan Islam Nusantara


Tapi Menteri Kelautan dan Perikanan  (KKP) periode 2014-2019, Susi Pudjiastuti mempunyai pandangan dan keputusan strategi tak sama . Ia menilai kalau benih lobster terus-terusan diambil dalam skala masif, bukan cuma benih tetapi kepunahan lobster tidak dapat diinterupsi. Ia sendiri tidak sama pendapat dengan perdagangan yang terkait kuota atau plasma yang dipraktikkan selama ini.


Keputusan strategi baru Menteri baru yang membuka kembali keputusan strategi ekspor benih lobster ini menurut Susi Adalah hal yang aneh. Padahal sejumlah negara seperti Australia, Filipina, Kuba, sampai Sri Lanka tidak mengambil benih lobster untuk diekspor. Lobster pun menurut dia Adalah biota laut yang belum dapat dibudidayakan secara full semenjak dari kawin sampai bertelur. Hal ini sebab teknologinya belum dapat dikuasai.


Kontributor: Mochamad Ronji

Editor: Muhammad Faizin

Kebijakan Berbeda Dua Menteri Terkait Ekspor Benih Lobster – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *