Ketat, Penyembilah Haewan Kurban di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya – Aspiratif News

Ketat, Penyembilah Haewan Kurban di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya – Warta Batavia
Views: 506
Read Time:2 Minute, 2 Second

Ketat, Penyembilah Haewan Kurban di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya – Aspiratif News

Surabaya, Aspiratif News

Setidaknya ada 84 haewan kurban disembelih di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya Sabtu (1/8). Penyembelihan sapi dan kambing tersebut mempergunakan protokol kesehatan yang begitu ketat. Proses penyembelihan ditunaikan di ruang basement masjid setempat. 

 

Disampaikan H Helmy M Noor, bahwa akibat pandemi Covid-19 yang tidak kunjung reda, penyembelihan atau pemotongan haewan kurban tak sama dari tahun sebelumnya. 

 

“Para relawan dan petugas pemotongan mempergunakan Alat Pelindung Diri atau APD komprehensif. Kecuali itu, di beberapa titik disiapkan hand sanitizer dan mereka wajib mempergunakan masker,” kata Humas Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya ini. 

 

Seperti ini pula waktu masuk tempat pemotongan, suhu tubuh dicek dengan thermal gun. Waktu pengulitan dan pengemasan daging juga berlaku ketentuan yang sama ialah menggunakan masker dan sarung tangan serta menjaga jarak dengan diberi sekat.

 

Pihak masjid mendatangkan sembilan orang untuk menangani haewan yang ada. Ada 36 petugas pengulitan, petugas pengemasan sebanyak 40 orang. Kecuali itu, selama proses pemotongan ada 5 orang dokter haewan yang bertugas melaksanakan pengetesan kesehatan untuk haewan kurban yang baru disembelih.

READ  Tatkala yang Tidak Ahli Merasa Lebih Ahli daripada Pakarnya

 

Tak sama dengan sejumlah tempat pemotongan haewan kurban lain, untuk pemotongan daging, para petugas mempergunakan alat otomatis. Hal ini tentu saja mempercepat proses pemotongan. Hal lain yang juga jadi pertimbangan ialah dalam hal pengemasan. Bahwa sesuai anjuran untuk tidak mempergunakan kantong plastik.

 

“Pengemasan daging juga mempergunakan besek, hal ini agar lebih ramah lingkungan,” terang Helmy. 

 

Laki-laki kelahiran Tegal ini menerangkan, seluruh haewan kurban disembelih dan dishare waktu itu juga. Daging kurban dishare untuk masyarakat di sejumlah kelurahan kisaran masjid seperti Menanggal dan Pagesangan.

 

“Pembagian daging kurban sifatnya pararel. Jadi, tidak menanti selesai seluruh,” terangnya. Pihak masjid langsung mendatangi rumah masyarakat yang telah didata oleh pihak kelurahan. Setidaknya ada 2.000 besek daging kurban yang dapat dishare ke warga, yang saban kemasan mempunyai berat kisaran 1,5 kilogram, lanjutnya. 

 

Dokter Haewan Juliane Poles Wari dari Dinas Peternakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengapresiasi yang ditunaikan takmir masjid dalam penerapan protokol kesehatan. 

READ  Miris, Buku Anak Terbitan Ziyad Surakarta Bergambar Bendera Tauhid Khas HTI

 

“Alhamdulillah haewan kurban, baik sapi dan kambing semuanya sehat dan aman, serta halal dikonsumsi,” katanya.  

 

Haewan dapat sehat bagian penyebabnya ialah tidak stres sebab  masjid memperlakukan haewan kurban lebih manusiawi. Hal tersebut seperti memisah haewan 1 dengan yang lain. 

 

“Penyembelihan haewan kurban bergantian, ada ruang transit sebelum disembelih, sehingga haewan yang disembelih tidak menyaksikan yang lain,” tandasnya. 

 

Kontributor: Rof Maulana

Editor: Ibnu Nawawi

 

Ketat, Penyembilah Haewan Kurban di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *