images-32.jpeg

Ketua Umum MUI: Dakwah Itu Merangkul Bukan Memukul

Diposting pada

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025, Kiai Haji Miftachul Akhyar menyampaikan sejumlah pesan dalam pidato perdananya.

Dalam pidatonya kiai Miftachul berpesan bahwa tugas ulama adalah berdakwah tanpa mengejek.

“Dakwah itu mengajak bukan mengejek. Merangkul, bukan memukul. Menyayangi bukan menyaingi. Mendidik bukan membidik. Membina bukan menghina. Mencari solusi bukan mencari simpati. Membela bukan mencela,” ujar kiai Miftachul saat berpidato di acara penutupan Munas X MUI, di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Ia lantas mengutip pernyataan Imam Syafii soal ulama.

Menurut Syafii, seorang alim adalah orang yang semua urusan, perilaku, dan sepak terjangnya selalu berkesinambungan dengan agamanya.
“Ini harapan Islam pada kita-kita, terutama para penanggung jawab keulamaan untuk memberikan pencerahan kepada umat. Mereka yang melihat umat dengan mata kasih sayang. Manakala menjadi sesuatu, mari cari penyebabnya, bukan hanya kita memvonis tanpa ada klarifikasi,” ujarnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya itu berharap para ulama di Indonesia punya dasar hukum atas apa yang mereka sampaikan ke umat.

Baca Juga :  Terduga Teroris: Munarman Hadir saat Saya Ikut Baiat bersama 100 Simpatisan dan Laskar FPI

Ia juga berharap para ulama Indonesia bersandar pada bayyinah atau pembuktian, bukan sekadar ikut-ikutan.

“Tugas-tugas ini saya harapkan dalam periode perkhidmatan kita ini akan mewarnai dalam kehidupan kita semuanya. Umat sedang menunggu apa langkah kita,” ucap dia.
Pesan-pesan yang disampaikan Miftachul ini

Hal lain yang disampaikan Kiai Miftah adalah ia meminta agar seluruh pengurus MUI yang terpilih dalam Munas X MUI ini untuk bisa terus memberikan pencerahan terhadap umat di tengah maraknya distrupsi teknologi saat ini.

“Situasi kondisi yang mungkin bisa disebut sebagai zaman disrupsi teknologi yang saat ini merupakan sebagai kewajiban kita sebagai pewaris para anbiya, untuk bisa memberikan pencerahan pada umat sekaligus tanggung jawab kita sebagai mitra pemerintah,” ujarnya.

Melihat hal itu, kiai Miftah menyebut tugasnya sebagai pemimpin MUI tentu tak bisa dijalankan sendirian. Tugas itu harus dilakukan secara kolektif bersama pengurus lainnya.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *