Khidmah di Banser, Wito Tidak Lupa Kewajiban Hidupi Famili dengan Ternak Kambing – Aspiratif News

Khidmah di Banser, Wito Tak Lupa Kewajiban Hidupi Keluarga dengan Ternak Kambing
Views: 11
Read Time:3 Minute, 30 Second

Khidmah di Banser, Wito Tidak Lupa Kewajiban Hidupi Famili dengan Ternak Kambing – Aspiratif News

Brebes, Aspiratif News

Bau kambing bagi Adi Sarwito (39) sudah jadi aroma yang sedap dalam hidungnya. Karena tiap-tiap hari bercengkerama dengan kambing-kambing di kandangnya. Dia dengan ghirah mempersiapkan pakan ternak, membersihkan kandang, bahkan memotong kambing jadi untuk keperluan aqiqah maupun warung sate.

 

“Saya awalnya cuma jadi suruhan juragan kambing untuk menghantar kambing ke pasar dengan mempergunakan becak,” kata Adi Sarwito mengawali cerita jadi seorang peternak kambing di Kecamatan Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah. 

 

Kang Wito seperti ini panggilan akrabnya ke Aspiratif News Rabu (29/7) mengungkapkan, walaupun beternak kambing tidak melepaskan pengabdiannya sebagai anggota Banser sejati. Dirinya tidak pernah absen dalam bermacam aktifitas ke-NU-an di wilayah Jatibarang, Brebes. Bahkan lewat aktifitas NU dirinya makin terkenal sebagai BPK. Bukan Badan Pemeriksa Keuangan tetapi Banser Peternak Kambing. 

 

“Ada barakah ikut Banser, karena saya makin terkenal dan dagangan saya laris, termasuk jasa menyembelihan kambing juga saya layani,” ungkapnya. 

 

sebelum ini, bermacam profesi dia jalani seperti jadi buruh kasar di bongkar muat jagung, mencari rongsok, jual ayam potong, sampai tukang becak. Sebagai tukang becak, Kang Wito di percaya juragan kambing untuk membawakan kambing-kambingnya ke pasar kambing dengan mempergunakan becaknya. 

READ  Resep Tofu Saus Tiram Sederhana - Warta Batavia

 

“Banyak yang mengira jikalau dirinya penjual kambing. Suatu waktu ada yang meminta pesanan langsung kepadanya untuk mencarikan kambing buat aqiqah. Semenjak waktu itulah, saya mulai niat dan belajar dunia perkambingan berupa jual beli kambing dan jasa pemotongan kambing,” kenang Kang Wito.

 

Kang Wito Banser waktu menguliti kambing penuhi pesanan kastemer di Jatibarang Brebes (Foto: Wasdiun)

 

Awalnya lanjutnya, cuma 1 pasang bibitan dan kian lama makin berkembang sampai sekarang memelihara 52 ekor kambing. Dirinya bersyukur, di momen Idul Kurban bagai panen raya bagi peternak kambing, termasuk kambingnya juga sudah laris manis. 

 

“Kambing saya cuma 52 ekor, tapi pesanan sampai sekarang sudah 70 ekor. Maka saya kerja sama dengan teman-teman lainnya untuk menyediakan kekurangan itu,” terangnya.

 

Untuk Jatibarang kata Wito, haewan kambing amat dibutuhkan. Karena di Jatibarang banyak pedagang sate kambing. Juga memenuhi kebutuhan harian dalam skala kecil seperti Aqiqah, hajatan, rutinan, dan acara syukuran kenaikan pangkat ataupun apa, dilayaninya.

 

READ  TKN: Perjumpaan Mega-Prabowo Jadi Contoh Akhiri Perbedaan - Warta Batavia

“Kecuali beternak kambing dan jadi pemotong kambing dengan tekun, teliti, cermat, dan jujur, saya juga aktif di Banser Ansor Jatibarang Brebes,” terangnya. 

 

Bagi dia, lewat aktifitas NU sebagai Banser dipercayai telah mendatangkan keberkahan dan dapat menyeimbangkan diri antara fisik dan psikis, antara kepuasan lahir dan batin.

 

menurutnya, jadi Banser Ialah anugerah tersendiri karena disamping khidmah ke Jamiyyah Nahdlatul Ulama juga bagian dari ikhtiar menjaga NKRI. Dia kepengin jadi banser yang biasa saja, tapi jadi Banser Enterpreneur yang luar biasa, luar biasa barakahnya. 

 

“Saya merasakan barakahnya selama 15 tahun jadi banser dan usaha ternak, jual beli, dan jasa penyembelihan kambing,” katanya dengan bangga.

 

Kang Wito Bergabung jadi anggota Banser semenjak 1999 sedangkan mulai menekuni dunia perkambingan semenjak 2005. Bapak dari 4 anak itu selalu aktif di kegiatan-kegiatan Ansor-Banser, bahkan waktu ini Kang Wito memperoleh amanah jadi Kasatkoryon Banser Jatibarang 2012-2020 atau 4 periode dan terakhir Wakil Ketua Bidang Kaderisasi PAC GP Ansor Jatibarang 2020-2022.

 

“Yang paling berkesan bagi saya ialah dapat dekat dengan para kyai karena dapat di majelis-majelis ilmu, dan berkesempatan ikut mengawal para kiai waktu berkegiatan di luar daerah,” ucapnya full ghirah.

READ  1 Dzul Hijjah, Otoritas Makkah Mulai Angkat Kiswah Ka’bah - Aspiratif News

 

Dia berprinsip bahwa rejeki yang telah Allah tetapkan itu tidak akan salah tempat. Dirinya membagi waktu, siang hari kasab (bekerja) mengurus kambing baik di pasar maupun di kandang, malam harinya melaksanakan tugas-tugas Banser.  

 

“Kalaupun tengah tidak ada aktifitas Banser, dia bersilaturahim keliling ke anggota Ansor di ranting-ranting meski sekadar ngopi dan ngobrol ngalor ngidul. Dan silaturahmi inilah, yang saya yakini mendatangkan keberkahan Ada di tengah-tengah Sahabat Banser (NU),” ungkapnya. 

 

Ketua PAC GP Ansor Jatibarang Ircham Arifudin sampaikan apresiasi dan menyokong sepenuhnya usaha yang digeluti Kang Wito. Bagi dia, usaha yang digeluti dengan berternak kambing telah memberikan banyak manfaat.

 

“Kecuali dari sisi ekonomi dapat menaikkan taraf hidup, juga anggota Ansor dan Banser jika butuh kambing cukup ke anggota sendiri. Saya juga mengajak ke kang Wito untuk menularkan pengalamannya ke anggota yang lain agar dapat ditiru,” pungkasnya.

 

Kontributor: Wasdiun

Editor: Abdul Muiz

Khidmah di Banser, Wito Tidak Lupa Kewajiban Hidupi Famili dengan Ternak Kambing – Aspiratif News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *