Jumhur-Hidayat-Juga-Ditangkap-Polisi-.jpg

Komite KAMI Jumhur Hidayat Ditangkap Bareskrim Polri di Cipete

Diposting pada

Deklarator yang Juga Komite KAMI Jumhur Hidayat Ditangkap Bareskrim Polri di Cipete

Jakarta – Deklarator yang juga Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jumhur Hidayat, ditangkap Bareskrim Polri. Jumhur ditangkap di kediamannya di Jakarta Selatan pagi ini.

“Saya dapat informasi barusan juga, tapi belum tahu apa-apanya,” kata anggota Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani, ketika dikonfirmasi, Selasa (13/10/2020).

Ahmad Yani mengatakan Jumhur ditangkap di kediamannya di Cipete, Jakarta Selatan. Dia ditangkap sekitar pukul 07.00 WIB.

“Jam 7 pagi kalau Pak Jumhur. Di rumah,” jelasnya.

Ahmad Yani mengatakan pihaknya belum mengetahui alasan penangkapan Jumhur. Dia mengatakan KAMI akan mendampingi Jumhur di Bareskrim.

“Tapi kita belum tahu pasal-pasalnya, cuma kayaknya ya siber juga, Pak Syahganda juga siber, Pak Jumhur juga. Nanti insyaallah kita akan dampingi,” katanya.

Sebelumnya polisi juga mengamankan petinggi KAMI Syahganda Nainggolan dan deklarator KAMI Anton Permana.

Jejak Jumhur Hidayat, Deklarator dan Komite KAMI Hingga Ditangkap Polisi

Deklarator yang juga Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jumhur Hidayat, ditangkap Bareskrim Polri. Jumhur dikenal sebagai salah satu aktivis mahasiswa ITB angkatan ’80-an.

Baca Juga :  COVID-19 Disebut Menginfeksi 59 Calon Kepala Daerah

Dalam buku ‘BJ Habibie dan Upaya Rekonsiliasi Dengan Penentang Presiden Soeharto’ yang disusun majalah Tempo, Mohammad Jumhur Hidayat adalah bekas mahasiswa Teknik Fisika ITB yang dipenjara 3 tahun karena berdemonstrasi ketika Menteri Rudini berkunjung ke ITB pada 1989. Dia juga sempat bergabung dengan lembaga thinktank Center for Information and Development Studies (CIDES).

Bersama teman-temannya, Jumhur lantas masuk ormas Persatuan Daulat Rakyat (PDR) yang dipimpin oleh Adi Sasono, Menteri Koperasi & UKM era Presiden BJ Habibie. Temannya di ITB dan KAMI, Syahganda Nainggolan, juga ikut masuk PDR. PDR kemudian menjadi partai politik dan ikut dalam Pemilu 1999.

Jumhur juga bergabung dengan Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gasperindo). Pada Pilpres 2004, Gasperindo turut mendukung pasangan calon Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla (JK).

Tiga tahun kemudian, Jumhur diangkat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada 11 Januari 2007 oleh SBY.

Jumhur Hidayat mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala BNP2TKI pada 11 Maret 2014. Dia diganti Presiden SBY lewat Keputusan Presiden Nomor 39/M Tahun 2014.

Baca Juga :  Erick Thohir Minta Jangan Lelah Mencintai Indonesia

Selain itu, Jumhur pernah terlibat dalam demonstrasi di depan gedung Bawaslu, Jakarta, pada tahun lalu. Jumhur selaku koordinator Pelaksana GNKR (Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat) meminta capres Prabowo Subianto dimenangkan dalam Pilpres 2019.

Selanjutnya, pada 2020, Jumhur bersama Din Syamsudin dan kawan-kawan mendeklarasikan berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Komite KAMI Jumhur Hidayat Ditangkap Bareskrim Polri di Cipete

Komite KAMI Jumhur Hidayat Ditangkap Bareskrim Polri di Cipete

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *