Connect with us

Edukasi

Kontribusi Pemuda untuk Negeri, Kamu Sudah Melakukannya?

Published

on

SERANG, ASPIRATIF.com – Memperingati Hari Kemerdekaan RI Ke-78 Suwaib Amiruddin Foundation (SAF) dan Gerakan Mahasiswa Serang Utara (GAMSUT) mengadakan dialog publik dengan mengusung tema “Pemuda Berkontribusi untuk Negeri” di Pantai Lontar Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Sabtu (19/8).

Acar ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum. Direktur Eksekutif SAF, Muhammad Suhada. Ketua Umum GAMSUT, Jamaludin Akmal. Peserta dari berbagai organisasi.

Menghadirkan narasumber Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten Luthfi Nawawi. Kabid Organisasi Kaderisasi dan Keangotaan (OKK) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Januar Eka Nugraha.

Lutfhi Nawawi menuturkan, momentum hari kemerdekaan patut disyukuri karena mendapatkan kenikmatan dalam merayakan ulang tahunnya.

Advertisement

Para pemuda menurut Lutfhi harus mampu menghadirkan dan mengaktualisasikan kesulitan kemerdekaan dengan cara menikmatinya.

“Para pemuda harus mampu menghadirkan dan mengaktualisasikan kesukuran di alam kemerdekaan ini, kita adalah generasi yang menikmati sebab generasi sebelumnya yang telah berjuang,” terang Lutfhi.

“Kalau bangsa Indonesia ini mampu bersyukur, kemerdekaan ini untuk berbuat kebaikan, bagaimana aspek sosial, politik, dan ekonomi lebih baik lagi, kemaslahatannya lebih banyak, sehingga bangsa ini akhirnya mengerti,” tutup Lutfhi.

Secara bersama, Eka berpendapat untuk berkontribusi pada negeri harus mampu keluar dari zona nyaman dan merasa gelisah melihat keadaan untuk membawa perubahan.

“Orang itu kalau udah ada di zona nyaman gak akan berbuat, tapi kalau hatinya sudah gelisah, hatinya sudah resah atas keadaan maka akan ada hal yang dilakukan,” jelas Eka.

Advertisement

Selain itu menurut Eka, perlunya mawas diri dan berkaca untuk melakukan satu aktivitas yang dibutuhkan oleh anak-anak muda di era sekarang.

“Contoh kecil bahwa kita yang bergerak di organisasi ini yang katanya sebagai aktivis, kurang bisa berkaca diri pada hal-hal yang memang relevan dengan kebutuhan anak-anak muda saat ini, bahwa kita harus sering berkaca diri tentang apa yang dibutuhkan dan diharapkan oleh mereka-mereka (anak muda-red),” tutup Eka.

See also  Jurusan Sihir dan Gaib Pertama di Universitas Inggris

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *