Koperasi-Syariah-212-Rugikan-Ratusan-Orang-di-Samarinda-696x337.jpeg

Koperasi Syariah 212 Rugikan Ratusan Orang, Begini Modusnya!

Diposting pada
212 Koperasi Syariah Kerugian Ratusan Orang di Samarinda 212 Koperasi Syariah Kerugian Ratusan Orang, Begini Caranya!
Salah satu Mart 212 di Kota Samarinda.

Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Lentera Borneo secara resmi melapor ke Polda Samarinda hari ini, Jumat (30/4/2021). Pengaduan diajukan atas dugaan penipuan dan penyelewengan dana investasi yang dilakukan oleh Komunitas Koperasi Syariah 212 Samarinda.

Tim kuasa hukum LKBH Lentera Borneo, I Kadek Indra Kusuma Wardana, dalam pertemuan dengan awak media mengatakan, kepada polisi telah dilaporakan laporan resmi kepada 4 pengurus Komunitas Koperasi Syariah 212 Mart, yaitu Pn, RJ, HB, dan SM.

Kami membuat laporan tertulis resmi berupa dugaan tindak pidana penyelewengan dana investasi dan penumpukan dana secara ilegal, “Kataku Kadek Indra.

Meluncurkan selasar.co, ia mengungkapkan, mulai tahun 2018 lalu beredar link WhatsApp yang mengundangnya untuk membuka usaha 212 Mart Store di Samarinda. Pendirian gerai dilakukan dengan metode penggalangan dana investasi publik terbuka dengan minimal transfer Rp 500 ribu hingga maksimal Rp 20 juta.

Upaya ini berhasil mengakumulasi investasi dengan total dana lebih dari Rp 2 miliar. Manfaat yang menjanjikan, secara bertahap dibangun 3 unit gerai 212 Mart yang terletak di kawasan Jalan AW Sjahranie, Jalan Bengkuring dan Jalan Gerilya. Diketahui juga ada seorang investor yang juga memberikan suntikan dana hingga ratusan juta rupiah.

Baca Juga :  KH Said Aqil Sebut Jenderal Listyo Sigit Dekat dengan Kiai dan NU

Mode kooperatif. Namun, ternyata mereka tidak memiliki posisi hukum yang jelas untuk menggalang dana, “Kataku Kadek Indra.

Diketahui pula bahwa keempat wartawan tersebut membujuk investor dengan mengatakan adanya legal position bagi Koperasi Sahabat Muslim Samarinda Syariah. Tak hanya itu, investor juga mendapatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan sertifikat berlogo Koperasi Syariah Samarinda yang sebenarnya tidak pernah ada.

Setelah berjalan selama 2 tahun, tiba-tiba pada bulan Oktober 2020 diberitakan adanya masalah tunggakan dan tunggakan gaji karyawan serta stok UMKM yang menumpuk di toko tidak dibayar.

2% 20Tim% 20Power% 20Hukum% 20LKBH% 20Lentera% 20Borneo% 20when% 20 dilakukan% 20rilis Cooperativa Syariah 212 Menyakiti ratusan orang, begini caranya!
2 Pengacara LKBH Lentera Borneo merilis tuduhan penipuan dan penggelapan dana investasi dari Koperasi Syariah 212 Samarinda.

Ketiga gerai tersebut kini tutup permanen pada November 2020 karena tidak ada karyawan dan UMKM yang menempatkan lebih banyak barang di sana, “Kataku Kadek Indra.

Mengetahui hal tersebut, investor pun mempertanyakan penutupan bertahap tiga Mart 212 tersebut. Namun, keempat wartawan tersebut menjelaskan hal tersebut berdasarkan dampak pandemi Covid-19 dan minimnya minat berbelanja di toko-toko tersebut. “Sudah berkali-kali menemui dan menyelesaikan masalah dengan pengurus koperasi dan investor, namun diketahui belum ada jawaban yang jelas atas masalah tersebut,” kata I Kadek Indra.

Baca Juga :  Kasus ‘Islam Arogan’, Bareskrim Akan Panggil Abu Janda Pada 1 Februari

Jumlah total investor sekitar 400 orang, namun hanya 26 orang yang meminta bantuan kami dalam menyelesaikan masalah ini, “Dia menambahkan.

I Kadek Indra menjelaskan, laporan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban yang jelas terkait pengelolaan Mart 212 dari 2018 hingga 2020 dan meminta pengurus koperasi mengembalikan dana investasi investor secara penuh.

Kami menyerahkan persidangan sepenuhnya kepada polisi. Kami juga akan berkoordinasi, berharap dalam waktu dekat akan ada tindakan dan upaya yang dapat dilakukan terkait masalah ini, “Pungkas Kadek Indra.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *