055462500_1617190224-20210331-Suasana-Mabes-Polri-Pasca-penyerangan-terorisme-FANANI-4.jpg

Kronologi Teror Mabes Polri, Pelaku Masuk dari Pintu Belakang hingga Tembak Polisi 6 Kali

Diposting pada

Seorang teroris memasuki Mabes Polri dan menodongkan senjata ke polisi pada Rabu (31/3/2021) sore. Akibatnya, polisi menembaknya hingga tewas.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menjelaskan timeline kejadian tersebut.

Ia mengatakan pada pukul 16.30 WIB, seorang perempuan berjalan melalui pintu belakang Polsek menuju pos Gerbang Utama.

“Yang bersangkutan menanyakan keberadaan kantor pos dan menerima pelayanan dari anggota serta diperlihatkan arahan dari kantor pos tersebut. Kemudian perempuan itu keluar dari pos tapi kemudian kembali dan menyerang anggota di pos jaga,” ujarnya. Kapolri di Mabes Polri Rabu malam.

Dia mengatakan, teroris menembak enam kali. Dua kali mereka dirujuk ke polisi yang berada di gerbang utama. Dua kali ketika dia turun dari tiang dan menembak anggota di belakangnya lagi.

“Kemudian dilakukan tindakan tegas terhadap pihak-pihak terkait,” kata Kapolres tentang teroris di Mabes Polri.

Tempat amplop

Menurut Kapolri, teroris di Mabes Polri memiliki peta berwarna kuning. Ketika agen mencarinya, folder itu berisi amplop dengan beberapa kata tertulis di atasnya.

Baca Juga :  Aturan Turunan UU Cipta Kerja Rampung, Kemnaker: Cuti Tetap Dibayar!

Kemudian juga yang bersangkutan memiliki GI baru yang dibuat atau diterbitkan 21 jam yang lalu, di dalamnya ada bendera ISIS dan ada tulisan bagaimana jihadnya berperang ”, ujar Kapolri Listyo.

Ia mengungkapkan, Polri juga menemukan surat wasiat di rumah teroris di Mabes Polri. Polisi juga menerima kabar bahwa pemangku kepentingan telah mengirim pesan ke grup keluarga Whatsapp, mengucapkan selamat tinggal.

“Kami juga menemukan surat wasiat selama penggeledahan rumahnya dan ada kata-kata di WA bahwa kelompok keluarga yang terkena dampak akan mengucapkan selamat tinggal. Jadi saya perintahkan Kadensus menyelidiki dan mengusut tuntas kemungkinan adanya kelompok jaringan yang terkait dengan tersangka, ”kata Kapolri. [liputan6.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *