6006dc1b182b6.jpg

Kunjungi Korban Banjir di Halmahera Utara, Menteri Risma Pastikan Warga Terima Bantuan

Diposting pada

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meninjau warga terdampak banjir di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

Risma mengecek sejumlah kebutuhan warga hingga distribusi bantuan di wilayah terdampak banjir.

“Memang, saya ditugaskan Presiden RI untuk meninjau kawasan-kawasan menghadapi bencana dan telah ditanyakan ke Bupati Frans Manery terkait dampak jembatan putus aksesnya distribusi bantuan terpaksa harus lewat laut, kalau darat dengan tempuh tiga jam, kalau melalui laut risikonya besar, karena gelombang cukup tinggi,” kata Risma di sela kunjungannya seperti dikutip dari Antara, Selasa (19/1/2021).

Risma menyiapkan sejumlah personel Tagana untuk membantu menyalurkan bantuan kepada korban banjir.

Banjir itu juga menyebabkan sejumlah rumah dan jembatan rusak. Kementerian Sosial akan memberikan bantuan untuk meringankan beban warga.

Sementara terkait jembatan yang rusak, Kementerian Sosial akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

“Saya akan mengupayakan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dapat dibantu, terkait relokasi desa saya akan membantu, akan tetapi harapan kami semua masyarakat dapat bersabar karena semua mengikuti prosedurnya,” ujar Risma.

Baca Juga :  Serangan Udara Israel Sasar Rumah Sakit Anak di Gaza

Dalam kunjungan itu, Risma juga menyerahkan bantuan sosial kepada korban banjir.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba mengapresiasi kunjungan Risma ke Halmahera Utara.

Ia mengatakan, Pemprov Maluku Utara dan Polda Malut juga menyalurkan bantuan kepada 6.963 warga terdampak banjir di Halmahera Utara.

Abdul Gani menjelaskan, satu-satunya jembatan di wilayah Galela putus akibat banjir. Hal ini membuat 36.000 warga terisolir.

Sebelumnya, Kepala BPBD Halmahera Utara Abner Manery mencatat empat kecamatan terendam banjir. Warga di empat kecamatan itu terpaksa mengungsi ke tempat aman.

“Warga yang berada daerah tersebut, yakni, Kecamatan Kao Barat, Galela Selatan, Galela Barat dan Loloda Utara,” ujarnya.

Banjir terjadi akibat hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai angin kencang pada 15-16 Januari 2021. [kompas.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *