IMG_20210409_134059.jpg

Kunjungi Lembata, Presiden Jokowi Pastikan Kebutuhan para Pengungsi Tercukupi

Diposting pada
IMG 20210409 134059 Kunjungan ke Lembata, Presiden Jokowi jamin kecukupan kebutuhan pengungsi

Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat 9 April 2021 mengunjungi Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, yang merupakan salah satu tempat terdampak bencana akibat siklon tropis Seroja. .

Di sana, Kepala Negara dan pejabat terkait memeriksa dampak kerusakan di desa yang terletak di Kabupaten Lembata itu. Kabupaten Lembata dikenal sebagai salah satu daerah terparah akibat banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Hari ini saya berada di Desa Amakaka, dimana bencana banjir bandang di Kabupaten Lembata memakan korban jiwa terbesar,” kata Presiden.

Atas nama dan atas nama pemerintah, Kepala Negara menyampaikan belasungkawa kepada para korban bencana. Presiden berdoa agar roh mereka diterima Tuhan dan diberi kursi terbaik.

“Saya pribadi dan sebagai perwakilan pemerintah ingin menyampaikan kesedihan yang mendalam kepada para korban. Harapannya semangatnya diterima Tuhan, diberikan tempat yang terbaik, dan yang tertinggal akan mendapat keikhlasan dan kesabaran,” ujarnya. .

Dalam kesempatan ini, Presiden juga mengunjungi warga sekitar yang saat ini berada di pengungsian di Kantor Distrik Ile Ape. Di sana Kepala Negara bertemu dengan para pengungsi dan ingin memastikan bahwa semua kebutuhan warga negara terpenuhi. Presiden juga mendengar sejumlah keluhan dari masyarakat sekitar yang nantinya akan ditindaklanjuti dalam proses pengelolaan.

Baca Juga :  Sandiaga Uno Sumbangkan Seluruh Gaji sebagai Menteri ke Baznas

“Untuk evakuasi juga memastikan logistik mencukupi. Tapi ada yang bilang bahan bakarnya mahal. Saya terima (masukannya),” ujarnya.

Melalui kunjungan dan review kali ini, Presiden Joko Widodo berbicara dengan Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur tentang penanggulangan dan pemulihan bencana di daerah setempat. Dengan persetujuan masyarakat, warga di lokasi terdampak akan segera direlokasi ke proses konstruksi.

Selain itu, Presiden juga berpesan agar proses pencarian di tengah medan berbatu yang membuat alat berat sulit dioperasikan.

“Sampai sore ini 163 korban di Nusa Tenggara Timur sudah meninggal dan 45 orang masih mencari. Ini yang akan kita terus upayakan agar yang mencari bisa segera ditemukan. Kalau kita lihat ke lapangan memang benar-benar ada. berbatu, dengan bongkahan-bongkahan besar yang membuat alat berat kami sangat sulit. Tapi sebelumnya saya perintahkan mereka untuk terus mencari dan menemukan yang masih hilang, ”ujarnya.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, sebelumnya telah mempersiapkan keadaan darurat untuk penanganan banjir bandang, longsor dan tsunami yang terjadi di wilayahnya. Status ini ditetapkan mulai 4 hingga 17 April 2021 untuk mempercepat proses pemulihan wilayah setempat pascabencana.

Baca Juga :  Erick Thohir Beberkan Peluang Dibukanya Vaksinasi Mandiri

Sebagai informasi, Kepala Negara beserta rombongan terbatas tiba di Kabupaten Sikka sekitar pukul 09.38 WITA. Selain itu, Presiden langsung tergerak untuk mengunjungi kawasan di Distrik Ile Ape menggunakan helikopter Super Puma TNI AU tujuan Bandara Wonopito, Kabupaten Lembata, kemudian melakukan perjalanan darat menuju lokasi.

Mendampingi Presiden dalam pemeriksaan itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BNPB Doni Monardo, Kepala Basarnas Henri Alfiandi, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati NTT. NTT. Lembata Eliaser Yentji Sunur.[presidenri.go.id]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *