kursi-kosong-menteri-jokowi-harus-diisi-orang-seperti-ini-TXmmD4u9xB.jpg

Kursi Kosong Menteri Jokowi Harus Diisi Orang seperti Ini

Diposting pada

Rencana reshuffle kabinet Indonesia Maju terus mencuat. Seiring dengan dua menteri Kabinet Indonesia Maju yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dan Menteri Sosial, Juliari Batubara karena korupsi.

Meskipun, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah dan masyarakat hanya diminta untuk menunggu waktu kapan reshuffle akan dilaksanakan. Namun demikian, pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin mengatakan bahwa penangkapan dua menteri menampar wajah kabinet Jokowi.

“Dalam satu tahun kinerja Jokowi dan menteri itu saya anggap minus, kurang memuaskan. Apalagi ditambah dengan penangkapan dua Menteri yang semakin menampar wajah kabinet Pak Jokowi,” ungkapnya kepada Sindo Media, Sabtu (19/12/2020).

Ujang pun menegaskan agar dalam mengisi kekosongan kursi menteri Indonesia Maju harus orang-orang yang berintegritas. “Oleh karena itu, kekosongan menteri harus diisi orang-orang yang berintegritas. Orang-orang yang bisa menutupi bolong-bolong wajah kabinet,” tegasnya.

Sehingga, tegas Ujang, tidak terjatuh di lubang yang sama dengan menteri-menteri sebelumnya yang tersandung kasus korupsi. “Jadi, kalau dihadirkan menteri yang berprestasi, yang berintegritas, itu menjadi penting. Artinya apa? Ketika menjadi menteri, tidak terjeblos di lubang yang sama, jatuh di lubang yang sama,” tuturnya.

Baca Juga :  Makin Ketat, Biden Larang Masuk WNA dari 36 Negara Masuki Wilayah AS

Ujang pun menilai, saat ini waktu yang tepat untuk Jokowi melakukan bersih-bersih kepada kabinetnya. “Kita lihat juga berapa menterinya yang ditangkap KPK, misalnya ada menterinya dalam waktu yang berdekatan ditangkap oleh KPK, ini kan harus bersih-bersih,” katanya.

“Oleh karena itu menempatkan orang yan cocok, orang yang berprestasi, orang yang berintegritas, orang yang bisa diterima oleh kalangan elit dan publik itu menjadi penting,” tegas Ujang.[okezone.com]

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *