Kyai Dafid Fuadi Diundang Ceramah di Kampung Jin

KIAI-DAFID-FUADI-DIUNDANG-CERAMAH-MAKHLUK-ASING.jpg
Views: 538
Read Time:4 Minute, 35 Second

Kyai Dafid Fuadi Diundang Ceramah di Kampung Jin

KIAI DAFID FUADI DIUNDANG CERAMAH MAKHLUK ASING

Semalam Kyai Dafid Fuadi bareng semua keluarganya dolan ke gubuk saya di Tambakberas, Jombang. Ada apa? Mungkin 3 anaknya yang sungguh mondok di Tambakberas kangen dengan pondoknya yang telah sekian bulan ditinggal.

Seperti biasa, kami jagongan di gubuk reyot dan ngobrol sana-sini, termasuk pengalaman mengaji beliau dulu dengan para kyai kampung yang tentu tidak terkenal, tapi alim, wirai dan ikhlas.

Baca juga : Orang yang Senantiasa Dituduh PKI Ini Ternyata Ahli Thariqah Naqshabandiyyah

Semisal waktu itu santri yang ngaji ke langgar kyai kampung cuma 2 anak saja (Kyai David dan seorang temannya). Tetapi ngaji kitab seperti Ibnu Aqil dan Fathul Muin dan ilmu Falaq dilayani dengan sabar oleh sang kyai kampung itu sampai tuntas.

Lalu omongan saya dengan alumni MAPK Jember serta alumni IAIN Surabaya ini nyerempet soal pandàngan kyai Dafid bahwa penting waktu ini ke para penduduk NU untuk kembali riyadloh dengan amalan masing-masing. Tanpa disengaja, omongan juga Menyenggol pengalaman unik yang sulit dilupakan oleh Kyai David.

Syahdan pada tahun 2012 di waktu Kyai Dafid baru saja jadi pengurus PCNU kabupaten Kediri, beliau diundang mengisi ceramah untuk acara aqiqahan.

Baca juga : IRONISME PENYEBAR HOAX OLEH KAUM TERDIDIK DAN RAJIN IBADAH, PASUKAN CYBER MUSLIM ?

Waktu itu, kyai jenius dan saya akui hafalannya kuat ini hendak ke hutan yang banyak monyetnya bareng anak-anaknya dengan target untuk memberi makan monyet monyet itu. Sesampai di tengah jalan, ada yang lupa akhirnya kembali ke rumahnya dulu yang ada di Tunglur, Pare, Kediri.

READ  Sesama Negara Muslim, Angkatan bersenjata Turki VS Angkatan bersenjata Mesir di Ambang Perang di Libya

Tetiba di rumah, telah ada 2 tamu di teras yang dijumpai istri Kyai David. Tamu yang telah minta nomor HP dan juga memberi nomor HP ke istri Kyai David gak jadi pamitan pulang sebab kehadiran Kyai David. Lalu si tamu dijumpai dan intinya hendak mengundang ceramah acara aqiqahan di suatu desa di Kediri (tepatnya tidak saya tulis).

Menjelang hari H acara pada suatu siang hari ada SMS (belum pakai Android) yang berasal dari tamu tersebut untuk Memperingatkan dan memberi ancer-ancer tempat acara.

Lalu pada malam harinya, Kyai David bareng sang driver ke tempat yang jaraknya kisaran 20 kilometer dari rumahnya. Sesuai dengan ancer-ancer di SMS, lokasinya ialah dekat jalanan aspal dimana Kyai Dafid beberapa kali lewat desa itu waktu mau ke pelosok kediri. Maka ketemulah lokasinya dengan adanya keramaian acara ala desa pada 1 rumah.

Baca juga : Penghapusan Kata “Khilafah” dalam Deklarasi Penolakan RUU HIP di Cirebon Berbuntut Panjang

Kyai David berhenti mau tanya ke orang yang ada di sana untuk memastikan apa itu tempat undangan. Belum sempat menanyakan, 2 orang yang mengundang yang kapan hari ke rumah Kyai David menyambut kedatangannya lalu dipersilakan duduk dan diajak omong-omong seraya mendengarkan marhabanan para ibu tua yang lagunya menurut kaki David termasuk lawas-lawas.

Sampai di situ Kyai David tidak merasakan apa-apa atau curiga. Tidak begitu lama Hadir seseorang tinggi besar dan ganteng yang dikenalkan oleh tuan rumah selaku sesepuh di situ. Ngobrol dengan sesepuh desa itu ternyata yang diomongkan juga soal kiai-kiai era tahun 50-an. Kyai David mulai agak merasakan sesuatu yang “lain”. Lalu beliau menanyakan ke sesepuh itu apa tahu nomor hp yang sebelumnya SMS istri Kyai David? Sesepuh itu bilang tidak tahu.

READ  Daftar Website Islam yang Bersih dari Paham Radikal

Selesai para ibu marhabanan dan pulang, Kyai David tampil memberikan ceramah ke para lelaki yang telah duduk rapi di tempat acara. Kyai David tambah merasakan aneh menyaksikan jemaah lelaki yang mendengarkan dengan tertib dan sama sekali tidak ada guyon waktu Kyai David ceramah. Selesai ceramah dilanjutkan salaman dengan para tamu. Salamnya juga dalam keadaan tertib serta tenang tanpa ada omongan guyon.

Seterusnya jam 11 malam Kyai David pamit pulang dan seperti biasa diberi bisyaroh. Sampai di rumah, Kyai David merenungi acara yang baru saja didatangi sebab merasakan janggal dengan kejadian itu. Maka Kyai David berniat ingin kembali pada siang hari untuk mencari dan memastikan rumah yang masih diingat sekali bentuk model dan besarnya serta alamatnya plus ancer-ancernya.

Baca juga: Disangka Ada 4 Kubu Ingin Gulingkan Joko Widodo

Beberapa hari lalu, pada siang hari bareng driver Kyai David ke alamat di mana acara aqiqahan yang kapan hari didatangi. Sesampai di tempat tenyata rumah yang dicari tidak ada, yang tampak ialah kebun tanpa ada rumahnya. Padahal Kyai David amat ingat ancer-ancer tempat plus model rumahnya. Lalu dia berpikir jangan jangan sudah diundang jin untuk ceramah.

READ  Ghirah Kebersamaan Wajib Dipulihkan Waktu Lebaran di Rumah Saja - Aspiratif News

Apa hikmah ceritanya?

  1. Para pendakwah jikalau diundang ceramah mau saja jangan takut daripada yang diundang penceramah abal-abal. Jikalau diundang jin malah enak, sebab bisyarohnya besar dibandingkan bisyaroh yang waktu itu berlaku. Maaf guyon lho, tapi sungguh kata Kyai David bisyarohnya besar dan uangnya asli.
  2. Ingat ya, jangan sampai memusuhi jin dengan menilai jin senantiasa dinilai jahat. Asal tahu saja, jin ada yang muslim, ada yang baik dan ada yang jahat. Kayak manusia juga sama, banyak yang baik dan tidak sedikit yang culas, penipu, tidak punya rasa malu, dan jahat. Berteman dengan jin dapat tetap normal atau baik tapi juga dapat dijerumuskan, sebagaimana berteman dengan manusia, dapat baik tapi juga dapat dijerumuskan.

Berteman dengan siapapun akan tetap normal asal mempunyai ilmu pertemanan. Jikalau tidak, ya jikalau ternyata temannya negatif, dapat terjerumus. Tetapi jikalau punya ilmu pertemanan, berteman dengan korak sekalipun, malah akan membawa kebaikan, pun berteman dengan makhluk Allah lain yang begitu banyak, baik yang berakal, maupun tidak, baik yang gaib atau tidak.

Baca juga : Alfian Tanjung Diadukan ke Polisi sebab Fitnah Pengurus Ansor anak cucu PKI

Oleh: Ainur Rofiq Al Amin (Sahabat Kiyai Dafid Sesama Pengurus NU)

Kiai Dafid Fuadi Diundang Ceramah di Kampung Jin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *