5af02f1f2c28b-nu-anggap-putusan-pengadilan-tolak-gugatan-hti-sudah-tepat_665_374.jpg

Lafaz Azan Diubah ‘Hayya Alal Jihad’, PBNU dan Muhammadiyah Buka Suara

Diposting pada
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas.

Viral sebuah video dari pendukung Rizieq Shihab yang mengubah lafad Azan. Dalam video yang berdurasi kurang lebih 10 menit tersebut nampak sekelompok orang yang di klaim sebagai pencinta Rizieq menyerukan kalimat ‘Hayya Alal Jihad’.

Video tersebut mendapat komentar dari Ketua PBNU Bidang Hukum HAM dan Perundang-Undangan, Robikin Emhas, Menurutnya, jihad yang dikumandangkan dengan membawa senjata tajam tidak relevan untuk saat ini di Indonesia. Karena jihad yang bisa dimaknai adalah untuk mewujudkan cita-cita nasional, bukan sekedar gagah-gagahan antar kelompok.

“Dalam negara bangsa yang telah merdeka seperti Indonesia, jihad harus dimaknai sebagai upaya sungguh-sungguh dari segenap komponen bangsa untuk mewujudkan cita-cita nasional,” kata Robikin, Senin (30/11/2020).

Kemudian, ia juga menyebut bahwa Indonesia adalah negara yang sangat plural karena memiliki berbagai ragam budaya, suku, bahasa dan agama yang dibalut oleh Pancasila.

Maka toleransi menjadi sangat penting untuk mewujudkan kebhinekaan.

“Oleh karena itu, di tengah kehidupan yang plural seperti di Indonesia ini, kita harus memperkuat toleransi dan saling menghargai baik sesama maupun antar pemeluk suatu agama, etnis, budaya, dan lain-lain,” tandasnya.

Baca Juga :  Alhamdulillah! Pemerintah Resmi Bubarkan FPI

Robikin juga mengimbau kepada masyarakat luas untuk tetap menjaga kondusifitas, serta tidak mudah terprovokasi oleh unsur dan kelompok manapun.

“Jangan terpengaruh hasutan, apalagi terprovokasi. Agama jelas melarang keterpecah-belahan dan menyuruh kita bersatu dan mewujudkan perdamaian di tengah kehidupan masyarakat,” tutupnya.

Ditempat berbeda, Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, KH Abdul Mu’ti, juga ikut berkomentar terkait video panggilan ‘jihad’ tersebut. Menurutnya, ia mengaku tak pernah menemukan hadist atau dalil yang membenarkan perubahan redaksional adzan yang dikumandangkan oleh beberapa kalangan pemuda yang mengaku sebagai Pecinta Habib Bahar (PHB).

Lafadz adzan yang mereka kumandangkan menyelipkan lafadz ‘hayya alal jihad‘. Bahkan video aksi adzan mereka ini sudah viral di media sosial.

“Saya belum menemukan hadis yang menjadi dasar azan tersebut. Saya juga tidak tahu apa tujuan mengumandangkan azan dengan bacaan ‘hayya alal jihad’,” kata Abdul Mu’ti kepada wartawan, Senin (30/11/2020).

Oleh karena itu, Abdul Mu’ti pun meminta kepada aparat keamanan untuk menelusuri sejumlah video yang beredar di masyarakat ini. Termasuk juga kepada Kementerian Agama juga harus meneliti hal itu.

Baca Juga :  Rezim Zionis Takut Hamas Menangi Pemilu seperti Tahun 2006

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *