Munarman-dan-Rizieq.jpg

Laporan Kerumunan Jokowi Ditolak, Munarman Meradang

Diposting pada
Ilustrasi

Bareskrim Polri tak menerima laporan kasus pelanggaran protokol kesehatan yang diduga dilakukan Presiden Joko Widodo terkait adanya kerumunan warga saat kunjungannya di Maumere, NTT, beberapa waktu lalu. Alhasil, Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan gagal melaporkan Jokowi soal kasus kerumunan massa yang sempat viral di media sosial.

Penolakan tersebut mendapat komentar dari Eks Pentolan Front Persaudaraan Islam atau FPI, Munarman. Ia merasa kecewa atas tindakan polisi yang menolak laporan soal kasus kerumunan massa ketika Presiden Joko Widodo membagi-bagikan suvenir ke warga di Maumere, Sikka, NTT, beberapa waktu lalu.

Munarman mengaku menyayangkan atas ditolaknya pelaporan itu oleh pihak Bareskrim. Sebab, menurutnya, Jokowi jelas-jelas telah melanggar aturan protokol kesehatan karena memicu kerumunan massa di masa pandemi Corona.
“Bukti apalagi yang didustakan?” kata Munarman saat dihubungi Suara.com, Jumat (26/2/2021).

Dia mengatakan ditolaknya laporan tersebut justru semakin membuktikan bahwa hukum di Indonesia hanya berlaku untuk pengkritik pemerintah.

“Terbukti toh. Hukum hanya berlaku untuk pengritik rezim,” kata Munarman.

Baca Juga :  Sri Mulyani Klaim 12,4 Juta Pekerja Sudah Terima BLT Subsidi Gaji

Lebih lanjut, Munarman mengatakan, dengan tidak diprosesnya kasus dugaan pelanggaran prokes yang diduga dilakukan Jokowi, maka rakyat semakin terbuka matanya melihat ketidakadilan.

“Rakyat akan semakin terbuka matanya dengan ketidakadilan yang sangat kasat mata ini,” tandasnya.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *