LBH-Ada-Upaya-Kriminalisasi-dalam-Penggusuran-Pancoran.jpg

LBH: Ada Upaya Kriminalisasi dalam Penggusuran Pancoran

Diposting pada

Penggusuran di Jalan Pancoran Buntu II. (Twitter / @ nfljndllh) Sumber: Indozone

Jakarta, Warta Batavia–Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta mengatakan polisi berupaya melakukan kriminalisasi terhadap salah satu warga Pancoran Buntu di tengah sengketa penggusuran kemarin (17/4).

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Advokasi LBH Jakarta, Nelson Simamora, melalui konferensi pers virtual pada Minggu (21/3), seperti dikutip Antara. CNN Indonesia.

Ia juga mengatakan bahwa penggusuran dengan kekerasan adalah sesuatu yang sudah sering terjadi sebelumnya. “Kami tidak bodoh. Model kaya semacam ini sering terjadi, dengan menggunakan preman, warga diintimidasi dengan berbagai cara, mereka diserang. Kalau kasus ini memiliki tingkat kriminalisasi yang tinggi, polisi akan menggunakan kriminalisasi ini karena BUMN itu Pertamina, ”jelasnya.

Kriminalisasi yang ia maksudkan merujuk pada warga Pancoran, Siswanto, yang mendapat panggilan dari Polres Jakarta Selatan pada 18 Maret 2021, tepat sehari setelah pemberontakan di Jalan Buntu Pancoran.

Dalam surat tersebut dia dituduh melakukan penghasutan berdasarkan pasal 160 KUHP.

“Saya mendapat kabar dari seorang teman di kantor polisi bahwa saya nanti akan menjadi salah satu provokator, karena dia mendengar sendiri, katanya,“ ini nama-nama siswanto dan Uztad Chandra Pak, ”kata Siswanto.

Baca Juga :  Kemenkes Perbaiki Data Vaksinasi Usai Diprotes Menkes Budi

Terkait surat tersebut, Siswanto diminta mengklarifikasi kejadian tersebut pada Rabu (24/3) pukul 15.00 di Polres Metro Jakarta Selatan.

“Saya juga bertanya mengapa kami adalah bek yang dipanggil, penyerangnya jelas seseorang, orang-orang ada di sana, mengapa mereka bukan penyerang dan mengapa saya harus? Tanya Siswanto.

Selain Siswanto, simpatisan Pacoran, Leon Alvinda, disebut-sebut telah memenuhi panggilan Polres Metro Jakarta Selatan. Namun, panggilan itu tidak dibarengi dengan panggilan langsung.

Rabu (17/3) dini hari, terjadi pemberontakan di Gang Buntu II, Desa Pancoran akibat sengketa tanah antara PT Pertamina dan warga.

Meski kedua pihak melakukan mediasi, namun menurut pengakuan warga, intimidasi dan upaya penggusuran paksa masih terus berlangsung dan belakangan ini memanas. (ra / cnn)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *