doni-696x393.jpeg

Letjen Doni Ancam Rizieq: Yang Melanggar Ditindak Tegas!

Diposting pada
Doni Monardo (Foto: dok. BNPB)

Letjen Doni Monardo, Ketua Satgas Penanganan COVID-19, meminta Pimpinan FPI Rizieq Shihab bersikap kooperatif terkait upaya penanganan COVID-19. Bahkan, Doni mengancam akan menindak tegas siapa pun yang melanggar penangan Covid-19.

Seperti diketahui, Rizieq Shihab menolak publikasi hasil swab dan tes swab ulang dari Dinkes Kota Bogor ketika dirawat di RS UMMI.

“Saya telah menerima laporan dari Wali Kota Bogor Bapak Bima Arya dan Direktur Utama Rumah Sakit UMMI Andi Tatat. Atas laporan tersebut, Satgas Penanganan COVID-19 sangat menyesalkan sikap Saudara M Rizieq Syihab yang menolak dilakukan penelusuran kontak mengingat pernah melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19,” kata Doni dalam keterangannya, Minggu (29/11/2020).

Baca: Innalillah! Ini Bahaya Jika Hasil Swab Rizieq Ditutup-tutupi

Lebih lanjut, Letjen Doni meminta Rizieq Shihab memberikan teladan kepada masyarakat. Dia mengingatkan sikap pemerintah yang siap tegas kepada siapa pun pelanggar aturan.

“Kami meminta Saudara Rizieq sebagai tokoh masyarakat untuk kooperatif dan memberikan teladan dalam upaya penanggulangan pandemi COVID-19. Pemerintah akan melakukan langkah dan tindakan tegas bagi siapa pun yang melanggar ketentuan yang membahayakan keselamatan dan kesehatan masyarakat,” ucap Doni.

Baca Juga :  Menkes Budi Gunadi Resmi Dilantik, 11 Negara Ini Menkesnya Bukan Dokter

Doni menyatakan, dalam situasi penularan COVID-19 yang masih terjadi, setiap warga negara hendaknya menjalankan protokol kesehatan, termasuk secara sukarela untuk dites, ditelusuri kontak eratnya, serta bersedia menjalani perawatan atau karantina jika positif tertular virus Corona.

Baca: GP Ansor Singgung Rizieq: Tokoh yang Pergi Lama Lalu Pulang Merusak Islam

Perlu dikethaui, Rizieq Shihab dikabarkan kabur dari dari RS Ummi Kota Bogor, Jawa Barat tanpa menjelaskan hasil tes swab yang dilakukannya.

Bahkan, Polemik hasil swab Habib Rizieq membuat pihak rumah sakit tempatnya dirawat ditegur karena dianggap tidak kooperatif. Ketua Front Pembela Islam (FPI) ini sebelumnya menyebut tidak berkenan hasil swab tesnya disampaikan.

Adapun mengenai rekam medis, memang ada undang-undang yang menjamin kerahasiaan pemeriksaan pasien. Isi rekam medis merupakan milik pasien dan sifatnya rahasia.

(Warta Batavia)

link sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *